Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

Riaupulp produksi listrik dari getah kayu

JAKARTA: PT Riau Andalan Pulp and Paper (Riaupulp) manfaatkan limbah kulit dan getah (lignin) kayu untuk diolah menghasilkan listrik 300 Megawatt.

"Ini langkah untuk mengatasi mahalnya harga bahan bakar minyak," ujar Direktur Lingkungan Hidup Riaupulp, Edward Wahab kepada Bisnis, kemarin.

Listrik ini kemudian dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pangkalan Kerinci (Pekanbaru) sebesar 5 Megawatt. Program ini, sudah dilakukan sejak 1995 dan digunakan untuk Riaupulp.

Kini, katanya, pihaknya menyuplai kebutuhkan listrik itu ke PLN untuk didistribusikan kepada masyarakat dan perusahaan lainnya.

Kulit dan getah kayu, menurut Edward, bisa dihasilkan sebanyak 55% dari 1 ton bahan baku kayu yang diproduksi untuk pulp dan kertas.

"Listrik yang dihasilkan PT Riaupulp bisa hidup selama 24 jam, tidak perlu dikhawatirkan mati seperti halnya pasokan listrik di Jakarta dan Pekanbaru," kata Edward.

Perusahaan ini memperoleh profit dari memasok listrik ke PLN. Namun, dia belum bisa ungkapkan nilainya.

Menurut dia, Riaupulp memanfaatkan 90% energi black liquor, yang berasal dari kulit kayu, dan residu kayu lainnya. Energi yang dihasilkan oleh black liquor  tersebut disalurkan untuk membantu membangkitkan listrik untuk operasional pabrik.

Edward menjelaskan perusahaannya tidak ingin mengambil risiko menyalurkan tenaga listrik langsung kepada masyarakat maupun swasta yang memanfaatkan listrik tenaga biofuel tersebut.

"Sebenarnya bisa saja jika perusahaan ingin menyalurkan listrik langsung kepada masyarakat dan perusahaan yang membutuhkan. Namun, faktor maintenance sangat berat, sehingga kami hanya ingin PLN yang mendistribusikannya kepada masyarakat."

Teknologi yang digunakan Riaupulp menghasilkan tenaga listrik tidaklah rumit, tetapi ramah lingkungan, serta emisi yang dikeluarkan juga bisa diserap langsung oleh hutan tanaman industri (HTI) milik perusahaan tersebut.

Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis