Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/09/2008

Mentan: SHI harus setop uji coba padi Supertoy HL-1

JAKARTA: Menteri Pertanian Anton Apriyantono meminta PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) menghentikan uji coba penelitian padi hibrida varietas Supertoy HL-2 menyusul kontroversi benih tersebut.

Dia menegaskan peredaran varietas tersebut terlarang karena hingga kini Deptan belum secara resmi melepas varietas yang diklaim dapat dipanen dua kali dalam sekali tanam.

"Varietas ini belum dilepas secara resmi. Jadi belum bisa dikomersialkan. Penelitian Supertoy harus dihentikan. BB Padi di Sukabumi akan menindaklanjuti ini," kata Anton kemarin.

Padi varietas Supertoy HL-2 yang dikembangkan di Purworejo dan Bantul ini diklaim dapat dipanen dua kali meski hanya sekali tanam, sehingga petani akan mendapatkan hasil lebih banyak.

Namun, varietas ini menimbulkan kontroversi karena dianggap menipu petani. Mentan menyesalkan kejadian ini karena padi tersebut sebenarnya belum dilepas oleh Deptan.

"Kami akan minta Balai Besar Padi di Sukabumi untuk meneliti kembali. Tidak ada laporan ke saya kalau mereka sebe- narnya sudah meminta rekomendasi," ujarnya.

Dia menegaskan persoalan ini tidak perlu dikaitkan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meski beliau sempat meninjau areal penanaman padi tersebut.

Menurut Anton, kontroversi padi Supertoy HL-2 ini perlu ditindaklanjuti. Apalagi pengembangan padi varietas unggul itu membutuhkan waktu lama sekitar 7 tahun.

Sebelum dikomersialkan, katanya, benih padi harus diuji multilokasi sehingga memperlihatkan hasil yang seragam di beberapa daerah. Setelah itu, lanjutnya, baru bisa dikomersailkan setelah varietas itu dilepas dengan surat keputusan menteri.

Sarana Harapan Indopangan adalah anak perusahaan dari PT Sarana Harapan Indo Group, yang memproduksi blue energy, nama yang diberikan oleh Presiden SBY. Dari grup usaha itu ada tiga perusahaan dua lainnya Sarana Harapan Indopower dan Sarana Harapan Indohidro.

Di grup itu staf khusus presiden, Heru Lelolo yang juga mantan anggota Badan Peneli-tian dan Pengembangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Balitbang PDI-P) adalah komisaris.

Grup usaha ini memiliki 11 hektare lahan di Desa Cikeas Udik, Bogor, dekat kompleks kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis