Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
Carica, tanaman langka tapi prospektif
Buah banyak diminati orang. Ada yang karena ingin meraup vitamin, tetapi tidak sedikit yang menggoda terutama karena langkanya sehingga ingin mengetahui lebih jauh tentang manfaatnya.
Carica, salah satu buah langka yang tidak mudah ditemukan di daerah lain dan tumbuh subur di tanah dataran tinggi Dieng Kabupaten Wonosobo Provinsi Jawa Tengah.
Tanaman ini mirip dengan pepaya dengan batang yang menjulang dan daun bergerigi yang pada waktu lalu, carica juga ditemukan di daerah Batu Malang Jawa Timur, termasuk dalam family caricaceae genus vasconcellea.
Bentuk buahnya seperti buah cokelat (cocoa) tapi warna dan teksturnya mirip dengan pepaya, hanya lebih kecil kira-kira seukuran kepalan tangan. buahnya harum, berwarna kuning kepucatan dan jika dimakan cenderung asam rasanya.
Carica merupakan jenis pepaya, sumber vitamin A dan C.
Bahkan, karpaina yang terkandung dalam daun pepaya ini berguna untuk mengurangi gangguan jantung, obat anti amuba dan obat peluruh kencing, serta biji buah dapat digunakan sebagai obat peluruh kencing (Villegas 1992).
Tanaman carica tumbuh di wilayah Kabupaten Wonosobo sampai berjumlah 120.634 batang pohon dengan jumlah produksi sampai akhir tahun lalu sekitar 8.637,7 ton.
Potensi berkembangbiaknya carica di Wonosobo sangat besar, terutama dari suhu udara wilayah ini yang mendukung pertumbuhan tanaman, yakni berada pada 2.250 di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata pada siang hari 22 derajat celcius dan 15- 24 derajat celcius pada malam hari.
Bahkan, suhu udara pada Juli dan Agustus turun lagi menjadi 12 derajat celcius sampai nol derajat celcius pada malam hari dan siangnya mencapai 22 derajat celcius.
Harga rendah
Budi daya tanaman carica oleh petani di dataran tinggi Dieng sampai kini masih belum maksimal, karena ditempatkan sebagai tanaman sampingan.
"Petani di sini masih mengandalkan kentang karena harganya lebih bagus. Carica be- lum dibudidayakan sebanyak kentang dan sayuran," kata Adi, putra Mukasin pengolah manisan carica Dieng Indah di Kabupaten Wonosobo.
Jadi, lanjutnya, untuk mendapatkan buah carica tidak dapat setiap saat tersedia, bahkan pengolah buah untuk menjadi ma-nisan harus menunggu ber- hari-hari sampai ada pasokan bahan baku itu dari petani.
Pengakuan Adi sama dengan pendapat Rully EB, Kabag Perekonomian Pemkab Wonosobo.
"Petani banyak menilai harga jual carica masih rendah dan cenderung tidak stabil, bahkan petani kadang masih kesulitan untuk memasarkannya karena belum banyak industri kecil di Kabupaten Wonosobo yang mengolah buah ini," tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Sebenarnya, saat ini tanaman carica memiliki prospek yang cukup baik sehingga layak dikembangkan, karena harga buah itu terus naik dalam beberapa bulan terakhir.
Saat ini, harga carica dapat mencapai sekitar Rp10.000 per kg, padahal beberapa bulan sebelumnya masih Rp7.000 dengan lokasi pemasaran sampai Surabaya, Malang dan kota besar lainnya.
Sementara itu, para pengusaha kecil di Kabupaten Wonosobo memanfaatkan buah carica untuk dijadikan manisan dengan kemasan khusus, sehingga dapat dipasarkan dengan harga yang lebih baik.
Apabila dijual dalam bentuk kemasan botol selai ukuran 230 dan 350 gram dapat dijual dengan harga Rp7.000-Rp8.000 per botol dan apabila dipasarkan di swalayan atau supermarket skala besar dapat lebih mahal lagi.
Pembuatan manisan carica juga tidak sulit, karena hanya dibutuhkan gula tebu sebagai pemanis dan buah sebagai bahan bakunya, tanpa bahan pengawet.
Saus atau air manisan terbuat dari biji carica, selain manis, aromanya harum dan mengundang selera. Carica adalah oleh-oleh istimewa Wonosobo dan dataran tinggi Dieng yang tanamannya menunggu dibudidayakan. (rochmad.fitriana@bisnis.co.id)
Oleh R. Fitriana
Wartawan Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- BUDI DAYA
DPR kecewa soal pupuk - BUDI DAYA
China minati industri biodiesel - Industri sawit dalam alam krisis
- Mampu ekspor 3 juta ton
RI incar pasar jagung di Malaysia & Taiwan - Areal kebun sawit ditambah 300.000 ha