Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 03/10/2008

RI rugi Rp36,4 miliar dari perdagangan trenggiling

JAKARTA: Indonesia menelan kerugian Rp36,4 miliar dari perdagangan trenggiling, hewan yang dilindungi, setelah polisi menangkap produk asal hewan itu di salah satu gudang di Palembang yang siap untuk diekspor.

Kepala Pusat Informasi Kehutanan Masyud mengungkapkan hasil penggeledahan oleh Tim Uni I Dit V/Tipirter Bareskrim Polri di Gudang PT Ikan Mas Jaya Palembang ditemukan empat cold storage yang berisi 13,8 ton daging trenggiling, empat karung sisik trenggiling dan bukti-bukti lain seperti mesin pres plastik, timbangan dan banyak lagi.

Dari temuan tersebut, negara dirugikan sebesar Rp14,1 miliar. "Apabila sudah menjadi daging siap saji di rumah makan China, kerugian negara Rp36,4 miliar," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, kerugian akibat perdagangan sisik trenggiling sebesar Rp182,40 juta (US$400 per kilogram). Berat satu ekor trenggiling bervariasi dari 3 hingga 7 kilogram. Harga trenggiling di pasaran internasional sebesar US$112 per kilogram (Rp1,02 juta).

Menurutnya, polisi saat ini telah menetapkan tiga tersangka terkait dengan kasus perdagangan trenggiling di Palembang yaitu E.K.S alias ASS (warga negara Malaysia), H.S.H alias ASG dan MRS. Ancaman hukuman bagi mereka adalah hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp100 juta.

Trenggiling (Manis javanica) merupakan jenis mamalia yang telah masuk dalam daftar jenis satwa dilindungi di Indonesia. Keberadaan trenggiling saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena perburuan liar yang sulit untuk dikontrol dan kerusakan habitatnya.

Trenggiling diburu untuk dimanfaatkan daging, sisik, empedu dan lidah. Daging dan bagian-bagian tubuh trenggiling dipercaya berkhasiat sebagai obat tradisional bagi masyarakat China,  juga dipandang sebagai salah satu makanan yang eksotik. Di samping itu, sisik trenggiling juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan penyerap daging dan sisik trenggiling terbesar adalah negara China.

Perdagangan trenggiling di Indonesia naik secara drastis sejak 2003 dengan masuknya investor dari Malaysia ke Palembang. Palembang disinyalir merupakan tempat pengumpul trenggiling terbesar di Indonesia bahkan Asia.

Modus kegiatan ini adalah dengan menyamarkan gudang penyimpanan sebagai toko roti atau tempat penampungan buah pinang. Trenggiling yang sudah dibersihkan dari sisik dan isi perutnya, kemudian diekspor dalam keadaan beku menuju China, Taiwan.

Oleh Martin Sihombing
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis