Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 04/10/2008

'Hati-hati naikkan harga beli beras dan gabah'

JAKARTA: Bulog menyarankan rencana menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap beras dan gabah pada 2009 harus dilakukan secara hati-hati, yakni mempertimbangkan kenaikan biaya produksi petani dan stabilitas harga beras di pasar.

"Harus melihat biaya produksi di tingkat petani dan menjaga stabilitas harga beras agar tidak naik terlalu tinggi," ujar Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan kenaikan HPP untuk 2009 harus memperhitungkan kenaikan biaya produksi beras dan kenaikan harga kebutuhan petani, sehingga petani masih berminat untuk menanam padi dan tidak berpindah ke komoditas lainnya.

Di sisi lain, katanya, Bulog ingin menjaga harga beras tidak naik dan lebih mahal daripada harga beras di luar negeri, sehingga tidak ada eskalasi harga yang menyebabkan harga beras naik dan akhirnya menimbulkan harga komoditas lainnya menjadi mahal.

"HPP beras untuk menjaga keseimbangan biaya produksi di tingkat petani," ujarnya.

Mustafa menambahkan kenaikan harga pembelian itu diperlukan untuk  mengantisipasi kelangkaan beras akibat harga beras internsaional tinggi dan cenderung mengalami peningkatan.

Pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bulog dengan Komisi IV DPR, Bulog mengusulkan HPP beras dan gabah akan dinaikkan sebesar 8% menjadi Rp4.644 per kg dari sebelumnya Rp4.300 per kg dan akan mulai berlaku mulai awal 2009. Komisi IV DPR juga mendukung dinaikkannya HPP beras pada 2009.

Saat ini, HPP beras Rp4.300 per kg, sedangkan gabah kering giling (GKG) Rp2.200 per kg.

Pengadaan Bulog pada 2009 diperkirakan sebesar 5,5 juta ton, naik 1,7 juta ton dibandingkan dengan 3,8 juta ton pada tahun ini.

Mustafa menambahkan target 5,5 juta ton tersebut akan ditempuh melalui pembelian HPP, non-HPP, dan crash program. (19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis