Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 06/10/2008
Stok benih tanaman pangan mencukupi
JAKARTA: Pemerintah menjamin kesediaan benih tanaman pangan (padi, jagung, dan kedelai) di dalam negeri untuk 2008 berada pada posisi yang mencukupi.
Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan penyediaan benih padi sampai saat ini telah mencapai 12,36 juta hektare dari sasaran tanam 12,66 juta hektare. Untuk padi hibrida, dari 0,3 juta hektare, hanya 50% saja yang berasal dari pasokan impor.
"Itupun yang impor itu adalah benih padi yang sudah bersertifikat atau melalui proses sertifikasi pelepasan varietas," ujarnya seusai rapat terbatas kabinet yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden, kemarin.
Departemen Pertanian mengungkapkan stok atau ketersediaan benih padi bermutu untuk tiga bulan ke depan mencapai 58.870 ton.
Data yang dikeluarkan Ditjen Tanaman Pangan Deptan menyebutkan jumlah ketersediaan benih bermutu terbanyak pada Oktober 2008 yakni 24.719 ton.
Sementara itu, stok benih jagung bermutu selama Oktober hingga Desember 2008 sebanyak 12.087 ton dan untuk kedelai 4.803 ton.
Sementara itu, mengenai realisasi penyaluran benih bersertifikat selama Oktober 2007 hingga September 2008, menurut Dirjen Tanaman Pangan, Sutarto Alimoeso, untuk benih padi mencapai 152.537 ton.
Penyaluran benih bersertifikat jagung dan kedelai selama periode sama masing-masing mencapai 9.852 ton dan 5.265 ton.
Ratas pertanian
Lebih jauh Anton menjelaskan Ratas itu membahas masalah pertanian dan upaya meningkatkan produksi pertanian dengan memastikan ketersediaan benih dan pupuk.
Menurut Anton, fakta tersebut menunjukkan ketergantungan pertanian nasional terhadap benih dari luar negeri berarti sudah semakin kecil. Dari 12,66 juta hektare lahan padi, 6,94 juta hektare disediakan melalui program pemerintah, sisanya itu swadaya petani.
Untuk benih jagung, dari 4,25 juta hektar sasaran tanam, jagung hibrida 2,41 juta hektare, jagung komposit 1,8 4 juta hektare.
Menurut dia, hampir semua dari jagung tersebut juga sudah menggunakan benih produksi dalam negeri, termasuk untuk jagung hibrida.
Bahkan, jagung hibrida yang diproduksi perusahaan lokal lebih besar dibandingkan dengan yang diproduksi oleh perusahaan multinasional.
Meski begitu, dia mengakui dari seluruh produksi jagung tersebut yang disediakan melalui program pemerintah memang relatif masih kecil.
Dari 4,25 juta hektare tanaman jagung hibrida, hanya 0,71 juta hektare yang dikembangkan melalui program pemerintah, sisanya merupakan jagung swadaya petani. Jagung komposit yang ditanam melalui program pemerintah juga hanya 0, 23 juta hektare.
Anton menjelaskan untuk tanaman kedelai saat ini juga sudah sepenuhnya diproduksi dalam negeri, hampir seluruhnya melalui program pemerintah. (Martin Sihombing) (ratna.ariyanti@bisnis.co.id/tri.dp@bisnis.co.id)
Oleh Ratna Ariyanti & Tri D. Pamenan
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- BUDI DAYA
DPR kecewa soal pupuk - BUDI DAYA
China minati industri biodiesel - Industri sawit dalam alam krisis
- Mampu ekspor 3 juta ton
RI incar pasar jagung di Malaysia & Taiwan - Areal kebun sawit ditambah 300.000 ha