Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Harga gabah kering giling turun 0,09%

JAKARTA: Nilai tukar petani (NTP) untuk September 2008 sebesar 102,92% atau naik sebesar 0,29% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sedangkan rata-rata harga gabah di tingkat petani  untuk kualitas gabah kering giling (GKG) turun 0,09% dan gabah kering panen (GKP) naik 3,7%.

Direktur Statistik Keuangan dan Harga, Badan Pusat Statistik (BPS) Ali Rosidi mengatakan observasi dilakukan sebanyak 716 transaksi gabah pada 17 provinsi, jauh lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebanyak 1.023 transaksi.

"Observasi terhadap transaksi gabah turun signifikan yang menandakan panen mulai berkurang," ujarnya pada saat konferensi pers, kemarin.

Nilai tukar petani dihitung dengan membandingkan indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani untuk keperluan konsumsi rumah tangga serta keperluan produksi pertanian.

Menurut data BPS, nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada September 2008 naik sebesar 0,29% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni dari 101,71% menjadi 102%.

Nilai tukar petani merupakan perbandingan harga yang diterima petani terhadap harga yang dibayar petani dalam persentase yang menjadi indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani dan menunjukkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi ataupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi nilai tukar petani, maka semakin kuat pula tingkat kemampuan dan daya beli mereka.

Harga turun

Harga rata-rata gabah di tingkat petani  untuk kualitas gabah kering giling (GKG) turun 0,09% dan gabah kering panen (GKP) naik 3,7%.

Menurut Ali, harga gabah masih stabil dan cenderung naik, karena musim panen telah mulai berkurang.

Di tempat terpisah, Dirut Bulog Mustafa Abubakar menyarankan agar hati-hati dalam menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap beras dan gabah pada tahun depan.

Menurut Mustafa, GKP sebesar Rp2.599 per kg di tingkat petani, sedangkan di penggilingan Rp2.660. Kedua harga itu masih berada di atas HPP.

Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan mengalami penurunan yaitu dari 8,9% pada Agustus menjadi 3,12% pada September 2008.

Harga gabah terendah di tingkat petani Rp1.980 per kg di Kabupaten Boyolali, sedangkan harga tertinggi Rp3.635 per kg di Banjar, Kalimantan Selatan.  (19)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis