Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

BUDI DAYA
Petani sulit dapatkan urea

PADANG: Petani di Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada musim tanam padi ini kesulitan memperoleh pupuk urea pada tingkat pengecer.

"Kini padi yang berumur tanam dua pekan sudah saatnya dipupuk, tetapi kami kesulitan mendapatkan pupuk urea," kata Oyon, petani di Lubuk Minturun, Koto Tangah Padang, kemarin.

Dia menjelaskan keterlambatan pemupukan berpotensi menyebabkan hasil panen turun drastis, karena pertumbuhan tanaman tidak sesuai dengan harapan.

Semestinya mulai dari umur benih padi sembilan hari sudah harus dipupuk agar tumbuh subur dan selanjutnya setelah sepekan siap tanam dilakukan pemupukan kembali agar batangnya tidak menguning.

Namun, pada musim tanam kali ini tidak ada pemupukan pada kedua jadwal itu karena urea sulit diperoleh. "Awak [saya] tidak habis pikir kenapa urea menghilang," katanya.

Kasus sulitnya mendapatkan pupuk urea sebelumnya juga dialami sejumlah petani di berbagai daerah, seperti di Sumatra Utara. (Antara)

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis
  • Manado siap gelar Konferensi Laut Dunia
  • 60% Pupuk bersubsidi bocor