Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Indonesia tunda ekspor perikanan ke AS

JAKARTA: Eksportir perikanan nasional ke negara tujuan AS kini menahan produknya sembari menunggu perkembangan gejolak pelemahan ekonomi negara itu.

Pelaku usaha sektor ini pun kini terpaksa mencari pasar baru ke Timur Tengah dan Uni Eropa kendati situasi tersebut tidak mudah.

"Untuk mengalihkan pasar dalam waktu singkat itu tidak mudah. Butuh waktu. Apalagi ke Timur Tengah, kita baru bisa tembus Mesir. Eksportir sudah mulai merasakan dampak penurunan permintaan," kata Ketua Gabungan Pengusaha Perikanan Indonesia (Gappindo) Herwindo kemarin.

Namun, dia mengaku belum dapat mengalkulasi besaran angka penurunan ekspor dalam waktu dekat. Dia memastikan 3 bulan ke depan akan terjadi pengurangan volume ekspor.

Produk siap ekspor ke AS yang tertahan itu, lanjutnya, berpotensi membanjiri pasar domestik. Dia mengkhawatirkan situasi ini berlanjut dan merusak harga produk di dalam negeri karena tidak terserap optimal.

Menurut Herwindo, pengusaha kini mencoba mengalihkan ekspor ke negara lain. Sayangnya, hal ini tidak mudah dilakukan. "Yang paling mungkin ke Timur Tengah dan UE. Tapi, tidak akan bisa secepat itu. Dalam tiga bulan ke depan kami hanya mungkin bisa menunggu, wait and see."

Di sisi lain, lanjutnya, pasar di Asia juga tidak mungkin meluas lagi. Potensi ekspor perikanan nasional di Asia, kata Herwindo, paling besar ke Jepang. Negara lainnya sulit menerima pasokan.

Apalagi, tegasnya, sejumlah negara di Asia kini telah menjadi kompetitor Indonesia da-lam produksi hasil perikanan se-perti Thailand dan Vietnam.

"Produk perikanan China justru mungkin akan masuk ke pasar kita. Kalaupun dia bisa diperluas tetap tidak akan optimal," ujarnya.

Saat ini, Gappindo melakukan koordinasi dengan seluruh pengusaha perikanan untuk meminimalkan risiko atau potensi efek negatif pelemahan ekonomi AS di sektor perikanan dalam nasional.

Sementara ini, ujar Herwindo, dampak terbesar sudah mulai dirasakan pengusaha coldstorage yang mulai kesulitan mengirimkan produk ke AS.

"Mungkin pengapalan atau suplai produk tidak masalah. Tetapi kalau pembayaran berhenti pengusaha juga tidak bisa lanjut ekspor. Kami akan koordinasikan ini dengan seluruh anggota Gappindo termasuk APCI untuk mencari antisipasi terbaik." .
 
Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis