Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 09/10/2008

Target PNBP hutan dinaikkan

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Dephut meningkatan proyeksi pendapatan nega ra bukan pajak (PNBP) sebesar Rp200 miliar dari Rp2,5 triliun menjadi Rp2,7 triliun.

Sekjen Departemen Kehutanan (Dephut) Boen Poernama  mengatakan presiden memerintahkan Dephut meningkatkan PNBP itu sebagai bentuk antisipasi terhadap krisis keuangan global yang sekarang terjadi di AS.

Proyeksi PNBP untuk 2008 dan 2009 yang dibuat oleh Dephut lebih besar dibandingkan dengan realisasi PNBP 2006 yang mencapai Rp2,429 triliun atau 120,63% dari target yang ditetapkan Rp2,013 triliun.

Perintah itu, menurut Boen, bisa diperoleh dengan mengembangkan usaha jasa wisata alam dan lingkungan.

Menurut Boen, potensi jasa wisata alam dan lingkungan masih sangat besar. Namun, perlu didukung peraturan perundang-undangan dan saat ini peraturan pemerintah yang mendukung usaha jasa tersebut sedang digodok.

Dia optimistis pengembangan usaha jasa wisata alam dan lingkungan dapat mempercepat penambahan PNBP, sebagaimana ditargetkan pemerintah. "Mudah-mudahan tercapai, karena potensinya cukup besar," tambah Boen.
Selain meningkatkan PNBP, katanya, Dephut berupaya meningkatkan industri sektor kehutanan yang diduga akan terimbas krisis keuangan global.

Proyeksi Dephut dalam laporan kepada Komisi IV DPR didominasi penerimaan dari hasil hutan kayu dalam bentuk dana reboisasi Rp1,27 miliar, provisi sumber daya Hutan Rp1,21 triliun dan iuran hak pengusahaan hutan Rp31 miliar.

Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BUDI DAYA
    2,7 Juta ha DAS direhabilitasi
  • BUDI DAYA
    PTPN III boyong gelar Karet Award
  • BUDI DAYA
    Perikanan kekurangan penyuluh
  • Industri sawit dalam alam krisis