Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Kondisi ekonomi global tak pengaruhi ketahanan pangan
JAKARTA: Kondisi perlambatan pertumbuhan ekonomi global dinilai tidak akan begitu berpengaruh terhadap ketahanan pangan Indonesia.
Pengamat Pertanian dari Indef Bustanul Arifin mengatakan sejauh ini yang berpotensi terpengaruh akibat adanya perlambatan ekonomi global hanya bahan pangan yang tidak diproduksi sendiri tetapi diimpor seperti gandum, gula, dan kedelai.
"Kalau padi saya menduga tidak ada dampak langsung. Jadi dalam produksi tidak ada dampak langsung," katanya usai acara diskusi Indef di Jakarta, Rabu.
Untuk meminimalisasi dampak tersebut, lanjutnya, pemerintah harus mulai menggalakkan produksi dalam negeri, terutama untuk menggantikan bahan pangan yang selama ini diimpor.
"Memang ini memerlukan waktu, tetapi setidaknya dampak perlambatan ekonomi global itu baru akan terasa sekitar Juni tahun depan sehingga masih ada waktu untuk itu," jelasnya.
Menurutnya, langkah yang perlu diambil pemerintah untuk menggalakkan produksi dalam negeri ini bisa ditempuh melalui pemberian insentif bagi daerah yang berhasil meningkatkan atau mengembangkan sentra-sentra produksi baru terutama komoditas yang selama ini bergantung pada impor.
"Insentifnya semacam sayembara yang diistilahkan dengan stick and carrot bisa menjadi dorongan. Kalau kita harus bergantung pada impor lagi maka dampaknya akan sangat dahsyat," tuturnya.
Bustanul meminta agar pemberian insentif tersebut dilakukan secara terus menerus dari mulai inisiatif-inisiatif awal yang sudah dilakukan supaya tidak memulai dari nol kembali yang bertujuan agar dapat men-jaga dan meningkatkan tingkat kemandirian dan ketahanan pangan Indonesia. (15)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- BUDI DAYA
Organisasi Baplan Kehutanan diubah - Penggunaan urea subsidi lampaui dosis
- Pemkab Toraja Utara tawarkan kebun kopi ke investor
- Pupukku sayang, pupukku melayang
- Dephut naikkan tarif pungutan kehutanan