Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 18/11/2008

Pasar benih jagung hibrida naik 10%

JAKARTA: Pasar benih jagung hibrida tahun depan diperkirakan naik. Lantaran, penggunaan benih itu di Tanah Air, diproyeksi naik 10% atau mencapai 2 juta hektare (ha). Ini akan mendukung peningkatan produksi 2009 sebanyak 18 juta ton.

Pasalnya, Departemen Pertanian (Deptan) akan mengoptimalkan penyaluran subsidi benih jagung hibrida sekaligus meningkatkan sosialisasi penggunaan benih hibrida itu di dalam negeri.

Peningkatan benih hibrida ini diharapkan menyumbang tambahan produksi jagung nasional sebesar 20% karena tingkat produktivitas tanaman ini yang mencapai 7 ton-10 ton per ha.

Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso mengakui penggunaan benih hibrida berpengaruh besar pada produksi jagung, yang ditargetkan mencapai 18 juta ton pada 2009.

"Penggunaan benih hibrida itu diharapkan naik 10%, sehingga ada peningkatan produksi jagung nasional. Selama ini, masih rendah karena penggunaan benih hibrida kecil," katanya di Jakarta, kemarin.

Saat ini, luas areal jagung hibrida 40% dari total lahan jagung yang berkisar 4 juta ha.

Dengan peningkatan penggunaan benih pada tahun depan, Sutarto mengharapkan areal jagung hibrida bisa bertambah menjadi sekitar 2 juta ha dari total target luas tanam jagung pada 2009 di areal 4,212 juta ha dan luas areal panen 4 juta ha.

Sutarto mengakui benih jagung hibrida memperbaiki tingkat produktivitas tanaman dengan signifikan. Dibandingkan dengan jagung komposit yang tingkat produktivitas rata-rata 5 ton per ha, jagung hibrida bisa mencapai hasil dua kali lipat. "Itu kenapa produksi jagung kita rendah," ujar Dirjen.

Perluasan lahan

Selain meningkatkan penggunaan benih hibrida, Sutarto menambahkan pemerintah juga akan mengakselerasi perluasan lahan jagung dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal di kawasan perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara ataupun Perum Perhutani.

Beberapa wilayah yang sesuai untuk perluasan areal tanaman jagung a.l. Jatim, Jateng, Lampung, Sumut, dan areal di Sulawesi.

"Kalau untuk Sulawesi, semua lahannya cocok untuk jagung. Karena itu, daerah ini akan menjadi sentra jagung nasional," ujarnya.

Produksi jagung berdasarkan angka ramalan (aram) III 2008, diperkirakan 15,86 juta ton pipilan kering. Dibandingkan dengan angka tetap (atap) 2007, produksi tahun ini akan mencatat kenaikan 2,57 juta ton atau 19,36%.

Kenaikan produksi ini disebabkan peningkatan luas areal panen 8,06% atau seluas 292.750 ha dan perbaikan tingkat produktivitas tanaman 10,46% sebesar 3,83 kuintal per ha.

Tambahan produksi itu mayoritas disokong oleh produksi beberapa provinsi, yaitu Jatim, Lampung, Jateng, Sumut, Gorontalo, NTT, dan Sulsel. (aprika.hernanda@ bisnis.co.id)

Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain