Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

Pemanfaatan perikanan budi daya belum maksimal

YOGYAKARTA: Pembangunan perikanan budi daya memiliki potensi yang sangat besar dan baru sebagian kecil saja yang dimanfaatkan.

Sementara itu, di bidang penangkapan ikan di laut telah mengalami kecenderungan penurunan sumber daya."Maka, sekali lagi saya ingin katakan kebijakan umum Departemen Kelautan dan Perikanan dalam pembangunan perikanan adalah pengendalian penangkapan, pengembangan akuakultur dan peningkatan nilai tambah hasil perikanan," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi saat membuka Indonesia Aquaculture 2008, kemarin.

Produk perikanan budi daya telah membawa perubahan besar bagi industri pangan yaitu menawarkan supply yang konsisten, tingkat harga yang relatif rendah dan jenis produk yang lebih sesuai dengan selera konsumen, baik dari segi mutu maupun jumlah.

Selain itu, dengan pesatnya perkembangan budi daya rumput laut akhir-akhir ini, yang memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan khususnya di daerah rawan kekeringan, juga merupakan langkah strategis untuk mendukung pengurangan dampak global warming yang belakangan ini menjadi isu yang mendapat perhatian serius dunia.

Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto, meminta pemerintah agar menurunkan harga solar untuk mendukung budi daya udang di Indonesia.

"Kami meminta pemerintah menurunkan harga jual solar untuk mendukung 400 anggota SCI yang mengelola tambak seluas 1.000 ha. Tiap hektarenya mempekerjakan 10 orang pekerja," katanya.

Oleh Erwin Tambunan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain