Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 20/11/2008

IFC investasi US$20 juta
guna dorong produksi kopi

JAKARTA: Perusahaan Pembiayaan Internasional (International Finance Coorporation/ IFC) menginvestasikan US$20 juta untuk jangka waktu 5 tahun guna meningkatkan produksi dan kualitas kopi domestik di Indonesia.

"Dana itu dikelola oleh ECOM Agroindustrial Corporation Ltd di Swiss untuk digunakan sebagai modal kerja pemasok lokal ECOM," ujar Vice President IFC Rachel Kyte, seusai menandatangani kesepahaman kerja sama (MoU) antara IFC dan ECOM Agroindustrial mengenai program itu, kemarin.

Program itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu petani kecil memenuhi standar sertifikasi internasional. Program itu juga ditargetkan dapat mengarahkan budi daya kopi di Indonesia ke sistem konservasi alam, tetapi tetap meningkatkan produktifitas dan pendapatan petani.

Terkait dengan hal itu, selain berinvestasi, IFC yang merupakan anggota Bank Dunia (World Bank) itu juga memberikan layanan konsultasi bagi ECOM, perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran kopi internasional.

Selain di Indonesia, IFC juga melaksanakan program sejenis di lima negara lain dengan total nilai investasi US$55 juta selama 5 tahun.

Pusat pelatihan baru diharapkan dapat membantu petani mendapatkan sertifikasi praktik dan organik, dan ditargetkan dapat menjangkau sekitar 4.500 rumah tangga selama 4 tahun.

Dari produksi, IFC dan ECOM menargetkan biji kopi yang telah mendapatkan sertifikasi dapat dijual dengan harga premium di pasar internasional.

Dengan begitu, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Caranya, sosialisasi praktik pengolahan terbaik, pelatihan pengendalian mutu, informasi pasar dan harga, rekomendasi pupuk, serta informasi lain selama proyek berlangsung.

"Diharapkan investasi itu bermanfaat secara tidak langsung kepada 30.000 petani non-ECOM," ujar Presdir PT Indo Cafco Indonesia Harold Savarius Siahaan.

Oleh Erna S. U. Girsang & Aprika R.Hernanda
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain