Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Agribisnis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/12/2008

Pemkab Toraja Utara tawarkan kebun kopi ke investor

JAKARTA: Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menawarkan investor untuk mengembangkan perkebunan kopi dan cokelat di kawasan tersebut.

Caretaker Bupati Toraja Utara Yohanes Suririk Dalipang mengatakan potensi pengembangan perkebunan kedua komoditas itu masih besar. "Bisa diperluas. Termasuk membangun pabrik pengolahan hasil perkebunan," ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.

Perkebunan kopi dan coklat Kabupaten Toraja Utara, yang memiliki luas 1.151 km2, katanya, masih berpotensi untuk dikembangkan.

"Apalagi, harga kopi Toraja, sekarang ini Rp65.000 per kg. Selama ini, ratusan ton kopi diekspor ke berbagai negara, terutama Jepang," kata Yohanes.

Yohannes menjelaskan daerahnya sudah cukup dikenal wisatawan mancanegara sebagai daerah penghasil kopi. "Produksi kopi itu andalan pendapatan asli daerah, selain cokelat dan cengkih," ujarnya.

Yohanes mengakui perlu adanya stimulus bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya di Toraja Utara. Pihaknya akan memberikan kemudahan perizinan perkebunan dan sektor lainnya yang dapat menumbuhkan perekonomian di daerah tersebut.

Saat ini, katanya, untuk menarik investasi Pemkab Toraja Utara memperluas lapangan udara, yang selama ini hanya disinggahi pesawat berpenumpang sekitar 40 orang.

"Kami ingin bandara di Toraja Utara disinggahi pesawat Fokker dengan penumpang lebih banyak," kata Yohanes.

Dia mengakui transportasi salah satu kendala dalam pengembangan daerah tersebut. Padahal, jarak antara kota Makasar dan Kabupaten Toraja Utara 320 km.

"Jarak yang jauh dari pusat perkotaan membuat daerah Toraja Utara sulit berkembang," ujarnya.

Selain mengembangkan sektor perkebunan, pemerintah daerah juga akan mengembangkan sektor pariwisata yang selama ini sudah menjadi perhatian wisatawan mancanegara.

Menurut Yohanes, masih banyak areal pariwisata yang belum dikelola secara serius. Misalnya tempat pemandian air panas.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan menggandeng investor untuk membangun infrastruktur untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya.

Saat ini, Pemkab Toraja Utara sudah mendapatkan anggaran pembangunan Rp139 miliar dari pemerintah pusat. "Kalau diperhitungkan dana sebesar itu hanya cukup untuk gaji 3.890 pegawai," katanya.

Oleh Erwin Tambunan & Mulia Ginting Munthe
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain