Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/01/2008

Indofood jajaki obligasi Rp1,5 triliun

JAKARTA: PT Indofood Sukses Makmur Tbk berencana menerbitkan obligasi V Rp1,5 triliun-Rp2 triliun pada Maret atau April tahun ini untuk membiayai kembali utang anak perusahaan yang sebelumnya digunakan untuk akuisisi.

Sumber Bisnis mengatakan penerbitan obligasi ini rencananya diikuti oleh penerbitan surat utang oleh PT Salim Ivomas Pratama.

Perseroan bahkan dikabarkan menunjuk beberapa penjamin pelaksana emisi yakni PT DBS Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, Kim Eng Securities, dan PT Mandiri Sekuritas, Singapura. "Penerbitan surat utang ini paling lambat dilaksanakan pada semester I tahun ini," ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan setelah penerbitan obligasi oleh Indofood dilaksanakan, Salim Ivomas Pratama akan menerbitkan lagi surat utang untuk membiayai kembali utangnya.

Ketika dikonfirmasi kemarin, Wadirut Indofood Fransiscus Welirang mengaku belum mengetahui rencana penerbitan obligasi.

"Saya belum tahu dan tidak melihat ada dokumen mengenai penerbitan obligasi."

Berdasarkan data Bloomberg per September tahun lalu, rasio laba sebelum bunga dan pajak (earning before interest and tax/EBIT) terhadap beban bunga Indofood mencapai 2,5 kali dan rasio total utang terhadap ekuitas hanya 1,5 kali. Pada 4 April tahun lalu, surat utang Indofood mendapat peringkat AA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

Satu analis obligasi dari sekuritas lokal mengatakan dengan rasio itu, kondisi Indofood masih bagus dan kuat.

Perusahaan, yang 51,53% sahamnya dikuasai oleh CAB Holdings Limited, Seychelles, menerbitkan obligasi IV bertenor lima tahun senilai Rp2 triliun pada awal Mei tahun lalu.

Waktu itu, produsen mi instan tersebut menyewa empat penjamin pelaksana emisi obligasi yakni Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Danatama Makmur, dan Trimegah Securities.

Menurut rencana, Indofood menggunakan dana hasil penerbitan obligasi IV untuk melunasi utang bank US$100 juta dan Rp570 miliar. 

Harga menguat

Harga saham Indofood kemarin ditutup menguat 6,36% di level Rp2.975 per saham dibandingkan dengan harga penutupan hari sebelumnya yang mencapai Rp2.750. Bila mengacu pada harga saham ini, kapitalisasi pasar Indofood mencapai Rp27,62 triliun.

Indofood memiliki secara langsung 8% saham di Salim Ivomas. Kepemilikan Indofood di Salim Ivomas melalui Indofood Singapore Holding Pte Ltd yang memiliki 68,95% saham di IndoAgri.

IndoAgri memiliki 100% saham di Indofood Oil & Fats Pte Ltd yang memiliki 90% saham Salim Ivomas.

Salim Ivomas tahun lalu membayar Rp8,4 triliun atas pembelian saham PT London Sumatera Plantation Tbk (Lonsum) pada 14 Desember 2007, sehingga proses akuisisi sekaligus penawaran tender Lonsum tuntas.

Saat ini, Salim Ivomas menjadi pemilik 769,44 juta saham Lonsum atau setara dengan 54,6% saham. Pada penawaran tender itu juga terdapat saham perusahaan sasaran (Lonsum) sejumlah 135.500 saham yang ikut dijual.

Salim Ivomas mendapat pernyataan efektif atas penawaran tender saham Lonsum dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 20 November 2007.

Dalam penawaran tender, Salim Ivomas membeli 36,6% atau 500,09 juta saham Lonsum dari First Durango Singapore Pte Ltd dan Ashmore Funds.

Perseroan membeli surat utang konversi (mandatory convertible notes) senilai US$47 juta yang bisa dikonversi menjadi 169,343 juta saham atau 19,7%. Total transaksi tersebut mencapai Rp5 triliun mengacu pada harga Rp6.500 per saham.

Salim Ivomas juga melakukan penawaran tender atas sisa saham Lonsum di pasar sebesar 35,6% seharga Rp 6.900 per saham dengan total nilai Rp3,4 triliun.

Sementara itu, Grup IndoAgri melakukan transaksi tukar saham dengan Eddy Kusnadi Sariaatmadja untuk memperoleh 109,52 juta saham atau 8% saham Lonsum. Saham Lonsum  tersebut dibayar dengan kepemilikan 98,08 juta saham baru atau 6,8% saham di IndoAgri.

Ada tujuh bank lokal dan asing yang akan membiayai akuisisi dan penawaran tender saham Lonsum di antaranya ING, Standard Chartered Bank, Sumitomo Mitsui Banking, dan Bank Central Asia (BCA).

Grup IndoAgri juga mendapat pinjaman talangan senilai Rp5,71 triliun untuk membiayai akuisisi saham Lonsum. Pinjaman itu terdiri dari US$330 juta dan Rp2,66 triliun.

Selain itu, Divisi Edible Oil Fat (EOF) Indofood menyediakan pinjaman Rp1,2 triliun.  (munir. haikal@bisnis. co.id/wisnu.wijaya@ bisnis.co.id)

Oleh M. Munir Haikal & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPOSE
    Trimegah siap lunasi obligasi
  • PREDIKSI
    Indeks rawan aksi profit taking
  • Laba Gozco diperkirakan Rp60 miliar
  • REKOMENDASI


フレッツ光 | FX | ãƒã‚¤ã‚¯è²·å– | FXåˆå¿ƒè€… | å‚µå‹™æ•´ç† | ä½å®…ローン | çµå©šç›¸è«‡æ‰€ | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル