Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 17/05/2008

EKSEKUTIF
Susanto, antara bursa dan autis

Dia adalah pebisnis yang sangat peduli akan pendidikan dan perkembangan anaknya. Begitulah gambaran Stefanus P. Susanto, pria santun yang baru beberapa hari ini menduduki kursi direktur PT Reliance Securities Tbk.

Steve, biasa pria ini disapa, Jumat lalu terpilih dalam RUPS perseroan sebagai direktur perusahaan finansial itu. Sebelum di Reliance, pria asli Semarang yang lahir di Jakarta 21 November 1958 ini selama setahun berkarier di Mori Financial Institute Ltd sebagai Chief Representatives Officer Indonesia.

Namun, setahun sebelum itu, dia menikmati beberapa jabatan tingkat atas, yakni Vice President, Chief Economy, dan Direktur Danareksa Research Institute.

Perpindahan dia dari Mori dilatarkan prinsip hidupnya yang selalu ingin lebih baik dari kesuksesan yang sekarang. "Di mana pun saya berada, perusahaan itu harus besar, lebih baik dari sebelumnya, kalau enggak yah percuma dong ?" jawabnya beretorika.

Kesehariaan pria yang sangat menggemari The Beatles ini dihabiskan bersama dua anak laki-lakinya, James Alex Susanto (13,5) dan John Abraham Susanto (11).

Dua anak Steve menderita autis, sebuah gangguan pada perkembangan otak dan biasanya si anak kurang mampu berbahasa dan tidak mampu bergaul dengan lingkungan sosialnya. Keadaan inilah yang menjadikannya lebih peduli akan arti sebuah rasa syukur, kasih sayang terhadap anak. Dengan kondisi itu, kini rumahnya di Cibubur selalu dikunjungi orang tua yang anaknya menderita autis untuk mengetahui bagaimana dan apa itu metode glenn doman yang diterapkan Steve.

Baginya, anak adalah sebuah anugerah dan amanah dari Tuhan apa pun kondisi anak tersebut. Sebagai manusia yang selalu bersyukur harusnya setiap orang menyayangi anak bukan hanya dengan memenuhi kewajiban secara finansial, tetapi yang terpenting adalah perhatian dan kasih sayang.

Selain ketertarikan akan autis, Steve tentunya concern menulis artikel ekonomi.

"Saya sekarang sering memberikan seminar dan pelatihan tentang autis di seluruh Indonesia," tuturnya.

Baginya keluarga adalah sebuah path menuju jalan Tuhan.

Oleh M.Tahir Saleh
Kontributor Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPOSE
    Tango perpanjang penawaran Herald
  • EKSPOSE
    Kokoh kantongi utang Rp5 miliar
  • Destinasi siapkan dana internal Rp40 miliar akuisisi dua perusahaan
  • Pisau bermata dua di tangan Charoen