Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

PLN jual obligasi & p-notes Rp8 triliun

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan melepas obligasi dan promissory notes (p-notes) senilai Rp8 triliun pada semester II tahun ini.

Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara mengatakan perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp3 triliun.

"P-notes senilai Rp5 triliun akan dibayarkan ke Pertamina. Bunga dari p-notes ditetapkan sebesar sertifikat bank Indonesia [SBI] ditambah 2,5%," ujarnya kemarin.

Selanjutnya, tutur dia, Pertamina bisa melepas p-notes tersebut apabila memerlukan dana tunai.

Dia menjelaskan jatuh tempo dari p-motes PLN ditetapkan selama lima tahun sehingga akan lunas pada 2013. "Kami membayar mulai tahun depan, setiap enam bulan sekali PLN membayar Rp500 miliar kepada Pertamina. Kalau Pertamina ada kewajiban yang harus dibayar, bisa saja membayar dengan p-notes berdasarkan kesepakatan harga yang dibuat bersama dengan pembelinya."

Rudiantara menjelaskan jumlah utang PLN terhadap Pertamina mencapai Rp12,9 triliun. "Kami sepakati utang senilai Rp7,9 triliun dibayar dua kali pada pertengahan tahun ini dan Januari tahun depan."

Pemeringkatan obligasi


Sumber Bisnis menambahkan obligasi tersebut sedang dalam proses pemeringkatan oleh perusahaan pemeringkat nasional.

"Pelepasan obligasi PLN direncanakan berlangsung pada semester II tahun ini."

Rudiantara menyatakan perseroan sedang menunggu waktu yang tepat untuk melepas surat utang.

"Tekanan suku bunga sedang tinggi sekali kalau kami memaksakan penerbitan obligasi biaya yang harus ditanggung oleh PLN tinggi sekali. Sekarang bunga obligasi bisa mencapai 14%, itu terlalu tinggi."

PLN telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk menangani penjualan obligasi senilai Rp3 triliun yaitu PT Danareksa Sekuritas, PT Trimegah Securities Tbk, dan PT Indo Premier Securities.

Semula, ada enam perusahaan sekuritas telah diundang oleh PLN untuk mengikuti tender penunjukan penjamin pelaksana emisi. Tiga perusahaan sekuritas yang tersisih adalah PT Andalan Artha Advisindo, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

PLN berencana menerbitkan sukuk sebesar US$2 miliar-US$2,5 miliar untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik bertenaga batu bara dengan kapasitas 2.000 MW.

Dana tersebut untuk tahap awal kebutuhan kegiatan crash program PLN dan semula direncanakan terbit pada semester pertama tahun ini. Sebagai syarat penerbitan sukuk, PLN telah menyiapkan underlying asset yang sedang tidak dijaminkan ke perbankan senilai US$4,5 miliar.

Rencana penerbitan sukuk PLN masih menunggu realisasi penerbitan sukuk oleh pemerintah pada semester II tahun ini sehingga perusahaan listrik tersebut mempunyai patokan penetapan harga.

Pada laporan keuangan 2007, ada kenaikan pendapatan usaha PLN menjadi Rp114,042 triliun dibandingkan dengan 2006 sebesar Rp104,726 triliun. Kenaikan ini diikuti oleh peningkatan penjualan listrik sebesar Rp76,286 triliun dari sebelumnya Rp70,735 triliun. (munir.haikal@bisnis.co.id)

Oleh M. Munir Haikal
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mengunduh hasil integrasi bisnis Indofood
  • REKOMENDASI
  • Samudera raih kredit Rp500 miliar
  • Indosat genjot belanja modal jadi US$1,4 miliar