Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
ADB incar US$200 juta reksa dana lingkungan
JAKARTA: Asian Development Bank (ADB) meluncurkan reksa dana baru Future Carbon Fund, dengan menggunakan underlying asset kredit karbon.
Target perolehan dana kelolaan reksa dana ini sebesar US$100 juta, bahkan dapat naik menjadi US$200 juta jika permintaan tinggi.
Vice President ADB Ursula Schäfer-Preuss dalam rilisnya yang diterima Bisnis kemarin menyatakan dana ini dibutuhkan untuk membiayai proyek energi bersih di regional Asia Pasifik. Proyek ini merupakan salah satu bentuk komitmen melaksanakan Protokol Kyoto yang akan berakhir pada 31 Desember 2012.
Peserta reksa dana termasuk publik dan sektor industri swasta pada 67 negara anggota ADB. Menurut dia, reksa dana ini merupakan kerja sama antara ADB, pemerintah dan swasta.
"Reksa dana baru ini akan menjadi insentif bagi negara berkembang anggota ADB untuk meningkatkan skala efisiensi energi dan penggunaan sumber energi terbarukan," paparnya kemarin.
Dia menambahkan ADB membutuhkan sumber dana segar untuk investasi ke proyek energi bersih. Langkah ini, ditempuh melalui pembangunan infrastruktur pendukung di Asia.
Penawaran reksa dana baru ini menawarkan peluang jangka panjang untuk perubahan iklim saat ini. Dia menilai tren investasi ini dengan cepat akan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Future Carbon Fund dapat menstimulasi investasi baru sebelum dikeluarkannya persetujuan internasional yang baru. Sejumlah kawasan regional, negara, dan organisasi saat ini menyatakan komitmennya untuk mengurangi efek rumah kaca seperti Uni Eropa, Australia, Jepang, Selandia Baru, AS, dan Norwegia.
Reksa dana baru yang sudah diluncurkan ADB sebelumnya yakni Carbon Market Initiative (CMI). CMI Asia Pacific Carbon Fund fokus pada peningkatan kredit karbon hingga berakhirnya 2012, dan mulai beroperasional sejak Mei 2007 dengan dana kelolaan melampaui US$150 juta.
Oleh Berliana Elisabeth S.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTFOLIO
DBS Indonesia masuk segmen ritel - PORTOFOLIO
Suparma optimistis penjualan Rp1 triliun - PORTOFOLIO
Jasa Angkasa bagi dividen interim - PORTOFOLIO
Elnusa lunasi MTN Rp90 miliar - PORTOFOLIO
Pemegang saham Unilever berubah