Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
Pembeli siaga rights issue Laguna agar serap saham
JAKARTA: Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (Missi) mengingatkan pembeli siaga rights issue PT Laguna Cipta Griya Tbk agar menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan perseroan jika tidak ada pemegang saham publik yang menggunakan haknya dalam aksi korporasi itu.
"Kami ingin mendapat kepastian bahwa pembeli siaga rights issue Laguna Cipta bisa menampung saham baru, mengingat harga pelaksanaan rights issue saham Laguna Rp127 per saham kini tidak menarik dibandingkan dengan harga pasar saham itu kini di level Rp58 per saham," tutur Sekretaris Jenderal Missi Sanusi kepada Bisnis kemarin.
Dengan harga saham Rp58, yang menurun terus sejak penutupan 4 Juli di posisi Rp68 per saham, ujarnya, pemegang saham publik kemungkinan besar tidak menggunakan haknya dalam rights issue tersebut. "Daripada membeli saham pada harga Rp127, investor lebih baik membeli di pasar," katanya.
Salah seorang pemodal individu menuturkan harga saham Laguna yang terus turun menyebabkan pemodal memilih melepas hak memesan terlebih dahulu (HMETD), dan pembeli siaga yang akan menyerap seluruh saham yang akan dilepas itu.
"Padahal saat diumumkan di prospektus, harga saham right issue Laguna dipatok di Rp127 per saham. Namun, pada saat itu harga saham perseroan sudah berada di kisaran Rp80 per lembar. Kondisi inilah yang mendorong pemodal memilih tidak membeli saham right issue Laguna," katanya.
Menurut dia, harga saham right issue seharusnya dipatok sama dengan harga saham perseroan yang ada di pasar.
Sekretaris Perusahaan Laguna Cipta Riki Darius mengatakan pembeli siaga berkomitmen penuh membeli saham investor publik yang tidak menggunakan HMETD dalam rights issue. "Pembeli siaga siap menyerap 100% saham rights issue karena kami mempunyai surat mengenai kecukupan dana dari mereka," katanya melalui surat elektronik yang diterima Bisnis kemarin.
Menurut dia, pembeli siaga menyiapkan dana Rp89,37 miliar untuk menampung seluruh saham hasil rights issue tersebut.
Wajib Penuhi
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah mengatakan pembeli siaga wajib memenuhi komitmennya jika penurunan harga saham menyebabkan pemegang saham sulit melaksanakan haknya dalam rangka rights issue. "Itu menjadi tanggung jawab standby buyer untuk menyerap sisa saham yang diterbitkan emiten," ujarnya.
Dalam prospektus Laguna yang dipublikasikan 26 Juni disebutkan rights issue Laguna dengan rasio 10:10 di mana setiap pemegang 10 saham lama berhak atas 10 HMETD untuk membeli 10 saham baru dengan harga Rp127 per saham.
Laguna juga akan menerbitkan waran seri I sebanyak 211,1 juta lembar rasio 10:3, di mana setiap pemegang tiga saham hasil HMETD berhak memperoleh tiga waran Seri I yang bisa dijadikan untuk membeli tiga saham dengan harga pelaksanaan Rp135 per saham atau senilai total Rp28,501 miliar.
Saham right issue dan waran seri I hasil HMETD akan dicatatkan pada 14 Juli 2008. Pembeli siaga rights issue itu adalah PT Reliance Securites Tbk dan PT Panca Global Securities Tbk. Pada 7 Juli merupakan akhir cum di pasar reguler dan negosiasi. Batas akhir cum merupakan batas akhir saham memperoleh hak hasil aksi korporasi.
Menurut Sanusi, Missi mengingatkan jangan sampai rights issue Laguna seperti rights issue saham PT Jaka Inti Realtindo Tbk.
Penawaran umum terbatas Jaka Inti gagal karena pembeli siaga rights issue yakni PT Duamitra Sukses Sentosa tidak sanggup menyerap saham baru yang diterbitkan karena pemegang saham publik tidak menggunakan haknya.
"Gara-gara masalah itu, saham Jaka Inti hingga kini masih dihentikan sementara oleh BEI. Sampai kapan saham emiten berkode JAKA dibuka oleh bursa? Kami juga menerima keluhan dari pemodal individual karena suspend saham JAKA yang terlalu lama. (Pudji Lestari) (redaksi@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)
Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Asuransi umum jajaki merger
- Sierad Produce segera integrasi bisnis hulu-hilir
- Texmaco dicoret dari bursa bulan depan
- Boby Nazif jadi komisaris Telkom
- BI minta bank tidak umbar kredit