Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

Dana investasi Bakrieland bengkak 50%

JAKARTA: Kebutuhan dana investasi PT Bakrieland Development Tbk tahun ini membengkak 30%-50% dari yang dipatok sebelumnya, menyusul proyek yang akan digarap perseroan semakin membesar.

Sebelumnya Bakrieland hanya mengalokasikan dana investasi Rp1,5 triliun-Rp2 triliun. Dengan pembengkakan sebesar itu, kebutuhan dana investasi Bakrieland selama tahun ini mencapai Rp2,6 triliun-Rp3 triliun.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah S. Thaib mengatakan perseroan akan mencari tambahan pendanaan dari bank, di samping akan menggunakan dana dari internal. Ada beberapa bank yang berkomitmen mengucurkan kreditnya kepada perseroan.

"Kami kemungkinan tidak mengalami kesulitan untuk mencari pendanaan dari bank, karena sudah ada bank yang berkomitmen memberikan pinjamannnya. Kami juga memiliki plafon pinjaman di beberapa bank," ujarnya kepada Bisnis pekan ini.

Beberapa proyek yang akan dikembangkan Bakrieland tahun ini adalah landed residential, dan city property. Selain itu, Bakrieland juga akan memperbesar bisnis di jalan tol.

Terkait dengan investasi di jalan tol, Bakrieland berkomitmen untuk menjadi penjamin dana proyek tol Pasuruan-Probolinggo senilai Rp3,3 triliun. Sebelumnya, perseroan juga menjadi penjamin pembiayaan proyek tol trans-Jawa lainnya, yaitu Batang-Semarang senilai Rp3,6 triliun dan Pejagan-Pemalang senilai Rp3,4 triliun.

"Dari obligasi, kami mengantongi dana Rp500 miliar dan kami tentu saja akan mengombinasikan skema pembiayaan dari bank dan internal," tuturnya.

Meski demikian, Bakrieland juga akan mencari mitra strategis untuk membantu memberikan suntikan dana 30% dari total investasi senilai Rp10 triliun untuk pembangunan empat ruas tol trans-Jawa, yang meliputi ruas tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, untuk melengkapi ruas tol Kanci-Pejagan dan Batang-Semarang yang dibiayai oleh perseroan.

Ekspansi


Bakrieland juga berencana ekspansi ke Singapura dan Timur Tengah dengan menyediakan Rp800 miliar. Dari jumlah itu, Rp200 miliar akan disediakan oleh perseroan, dan sisanya akan dipenuhi oleh perusahaan yang digandeng.

Proyek yang akan dibidik di kedua wilayah itu adalah pembangunan lima hotel berbintang empat di Singapura dan tiga lokasi proyek terpadu di Dubai. Bakrieland masih mengandalkan kas internal.

Emiten properti menargetkan pendapatan tembus Rp1,1 triliun tahun ini. Dari jumlah itu, sebagian pendapatan diproyeksikan berasal dari penjualan produk properti pengembangan kota dan rumah hunian.

Harga saham Bakrieland kemarin ditutup di posisi Rp340 per lembar, atau turun 2,86% dari penutupan hari sebelumnya. Dengan mengacu pada harga saham itu price to earning ratio perseroan 35 kali dan kapitalisasi pasar mencapai Rp6,7 triliun.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • ULASAN PASAR
    Investor keluar sejenak
  • NAB reksa dana terproteksi berpotensi lampaui saham
  • REKOMENDASI
  • PORTOFOLIO
    Transaksi short sell akan ditiadakan