Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
Laba triwulan II Arpeni naik 25%
JAKARTA: Laba bersih PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk pada triwulan II/2008 melonjak 25% dibandingkan dengan triwulan II/2007 yang sebesar Rp28,79 miliar.
Direktur Utama Arpeni Oentoro Surya menjelaskan lonjakan ini dipicu pembelian sembilan kapal senilai US$160 juta pada tahun lalu. yang sudah beroperasi saat ini.
"Selain peningkatan 25% laba bersih perseroan pada triwulan II/2008 dibandingkan dengan periode yang sama 2007, penjualan juga naik 25%," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.
Sementara itu, pada triwulan III/2008 ditargetkan pendapatan dan laba bersih naik 30% seiring dengan akan mulai beroperasinya dua kapal capesize 150.000 DWT (dead weight tonnage) yang akan digunakan untuk mengangkut batu bara dan iron ore.
Raih kontrak
Arpeni meraih kontrak pengangkutan minyak dan gas untuk rute Eropa dan AS senilai US$1 miliar atau setara dengan Rp9,25 triliun.
Oentoro mengatakan perseroan belum berminat untuk mengakuisisi perusahaan pelayaran di luar negeri. Akan tetapi, tuturnya, perseroan menggelar ekspansi dengan menggarap rute internasional.
Perseroan, lanjutnya, belum berminat mengembangkan lini usaha dengan membangun dan mengelola terminal peti kemas meski UU Pelayaran memungkinkan hal itu.
Guna pencapaian target ke depan, perseroan merencanakan pembelian empat kapal besar hingga 2011 senilai total US$299,2 juta atau setara dengan Rp2,78 triliun.
Perseroan, lanjutnya, telah mengantongi US$150 juta dari sindikasi empat bank, yaitu Credit Suisse, UOB, ING dan DVB. "Meski demikian, dana yang telah diperoleh dari bank itu hanya bersifat stand by loan yang dikucurkan bila dibutuhkan."
Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 40% dibandingkan dengan tahun lalu.
Direktur Arpeni Ronald Nangoi mengatakan pertumbuhan pendapatan perseroan pada tahun lalu yang mencapai Rp1,6 triliun didominasi dari angkutan curah kering (dry bulk) yang berupa batu bara sebesar 85,7%.
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Sierad Produce segera integrasi bisnis hulu-hilir
- Texmaco dicoret dari bursa bulan depan
- Boby Nazif jadi komisaris Telkom
- Kapitalisasi pasar Indah Kiat tergerus Rp5,63 triliun
- Iwan & Andarusdi jalani uji kelayakan