Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Prime Petroservices negosiasi utang Rp1,8 triliun

JAKARTA: Calon emiten PT Prime Petroservices Tbk tengah bernegosiasi dengan empat bank untuk mencari pinjaman Rp1,8 triliun untuk membiayai tiga per lima total kebutuhan dana pembangunan fasilitas LNG di Bali senilai Rp3 triliun.

Direktur Keuangan Prime Petroservices Didit A. Ratam mengatakan bank yang tengah dijajaki itu terdiri dari dua bank lokal dan dua bank asing. Bank tersebut akan membentuk sindikasi untuk mengucurkan kredit kepada peseroan.

"Kami mengusahakan pinjaman itu berdenominasi dolar AS. Dana dari penawaran umum perdana saham kurang mencukupi untuk modal pembangunan infrastruktur itu," katanya di sela-sela paparan publik penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) perseroan, kemarin.

Menurut dia, pinjaman dari bank merupakan salah satu dari tiga opsi yang kami tempuh untuk mendapatkan modal kerja pembangunan fasilitas LNG itu. Opsi lainnya adalah melalui penerbitan instrumen surat utang setelah Prime mengantongi dana segar dari penawaran umum dan pinjaman bank.

"Kami masih membicarakan bunga pinjaman dengan empat bank yang akan membiayai. Namun kami belum bisa membuka nilai bunga dari pinjaman yang akan diberikan," tuturnya.

Perseroan sebelumnya mendapatkan kontrak untuk memasok LNG untuk pembangkit listrik milik PT Indonesia Power selama 10 tahun dengan nilai kontrak mencapai Rp10 triliun. Untuk menjalankan kontrak itu, perseroan butuh modal sebesar Rp3 triliun.

Proyek pemasok gas ke pembangkit Indonesia Power dijalankan oleh anak perusahaan, PT Indogas Kriya Dwiguna. Kerja sama tersebut berlangsung hingga 2026. untuk melaksanakan proyek itu, Prime juga akan menggandeng empat kontraktor.

Pembangunan fasilitas LNG adalah salah satu proyek yang tengah dikerjakan oleh Prime. Proyek lainnya yang akan dijalankan adalah pembangunan produksi migas dan pembelian rig dan alat pengeboran dengan nilai total US$400 juta.

Menurut Presiden Direktur Prime Petroservices Faiz Shahab, perseroan akan menyediakan 30% dari total dana yang dibutuhkan, sedangkan pembiayaan selebihnya berasal dari dana eksternal. (redaksi @bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • REKOMENDASI
    Optima Securities:
  • REKOMENDASI
    Trimegah Securities:
  • REKOMENDASI
    Indosurya Securities:
  • Bursa tak restui rencana Bumi terbitkan MTN
  • CP Prima rights issue hindari default
  • Permintaan MTN Bumi US$200 juta
  • Joint venture PT KA & PTBA terganjal pajak
  • REKOMENDASI
  • Bursa Efek Indonesia pangkas batas perdagangan Antaboga
    Pemilik lama Bank Century diduga terlibat