Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Adhi diminta siapkan pencadangan proyek monorel

JAKARTA: PT Adhi Karya Tbk perlu menyisihkan pencadangan Rp126 miliar tahun ini atas potensi kerugian terkait dengan penyertaan sahamnya di PT Jakarta Monorail.

Kebijakan ini harus ditempuh oleh manajemen Adhi Karya karena proyek monorel tersebut sedang mangkrak dan sejauh ini belum ada kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut.

"Kalau proyek monorel belum berlanjut lagi, Adhi Karya harus menyiapkan pencadangan atas potensi kerugian dari suntikan modal di proyek monorel. Pencadangan ini kemungkinan besar masuk laporan keuangan tahun ini," ujar sumber Bisnis yang mendengar hal itu kepada Bisnis pekan ini.

Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu ketika dikonfirmasi membenarkan perlunya pencadangan terhadap proyek monorel. "Bagi kami pemegang saham, pilihan yang paling baik adalah menyisihkan dana untuk pencadangan. Kalau hal itu dilakukan Adhi Karya, laba Adhi Karya bisa menurun atau bahkan rugi. Di sisi lain, pencadangan bisa membersihkan laba rugi Adhi Karya."

Menurut dia, pemerintah berharap kinerja keuangan BUMN konstruksi itu menjadi lebih baik pada tahun depan setelah seluruh pencadangan atas potensi kerugian proyek monorel tuntas.

Menanggapi hal itu, Direktur Keuangan Adhi Karya Indradjaja Manopol menjelaskan perseroan belum berencana menyisihkan pencadangan atas proyek monorel karena belum ada kejelasan mengenai status proyek yang masih terhenti itu.

"Kami tidak akan menyisihkan pencadangan untuk proyek monorel. Justru, kami berharap ada pihak-pihak yang mau mengambil alih proyek tersebut," katanya

Menurut dia, perseroan Adhi Karya menginginkan hanya sebagai kontraktor, bukan sebagai investor proyek itu. Jika ada pemodal yang berminat, Adhi akan melepaskan kepemilikan sahamnya Jakarta Monorail dan di PT Indonesia Transit Central (ITC) yang saat ini juga menjadi pemegang saham mayoritas di Jakarta Monorail.

"Kami memiliki 20% saham ITC. Kami berharap pemerintah segera memutuskan masalah ini agar tidak terlalu berlarut-larut," tuturnya.

Tambah modal


Semula, Adhi Karya berencana meningkatkan penyertaaan modal di Jakarta Monorail menjadi 21,5% atau setara dengan US$25 juta. Peningkatan itu, telah disetujui oleh pemegang saham pada 26 Juni 2007.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta membatalkan rencana pembangunan jalur biru transportasi monorel (blue line) dan mengalihkannya untuk jalur kereta bawah tanah subway (mass rapid transit/ MRT).

Pengalihan jalur dilakukan karena konstruksi bangunan di jalur hijau monorel sudah terbangun. Dengan pengalihan itu, dana pembangunan monorel akan turun dari perhitungan awal US$480 juta atau sekitar Rp4,8 triliun.

Hal itu karena perhitungan pembiayaan US$480 juta itu ditujukan untuk pembiayaan monorel tahap pertama pada dua jalur sepanjang 24 kilometer yakni jalur hijau sepanjang 12 km yang terdiri dari 16 stasiun, dan jalur biru sepanjang 12 km yang terdiri dari 14 stasiun.

Perseroan menargetkan laba bersih tahun ini menjadi Rp170 miliar dan pendapatan perseroan bisa menembus Rp6,7 triliun. Kalau Adhi menyiapkan pencadangan sekitar Rp126 miliar, laba bersihnya bisa anjlok pada tahun ini.

Analis dari Mandiri Sekuritas Alif Sasetyo mengatakan monorel kemungkinan mampu menjadi andalan bisnis Adhi Karya di masa mendatang, yang dalam hal ini Adhi berposisi sebagai kontraktor.

Harga saham Adhi Karya kemarin ditutup di posisi Rp510 per saham, atau turun 3,77% dari penutupan hari sebelumnya, Rp530 per saham. (munir.haikal@bisnis.co.id/redaksi@bisnis.co.id)

Oleh M. Munir Haikal & Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pemegang saham restui Hanson jual Primayudha
  • PORTOFOLIO
    Hotel Gran Melia diasuransikan
  • PORTOFOLIO
    Oak Capital kurangi saham di Pakuwon
  • REKOMENDASI