Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

KMI bidik kontrak Rp1,5 triliun

JAKARTA: PT GT Kabel Indonesia Tbk yang berganti nama menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk membidik kontrak penjualan penyediaan kabel senilai Rp1,5 triliun pada 2008. Nilai kontrak itu bahkan melampaui target penjualan KMI Wire tahun ini yang ditetapkan Rp1,4 triliun.

Direktur Pemasaran KMI Wire Ignatius Iming Sujana menjelaskan kontrak itu yang diraih perseroan berasal dari domestik Rp275,1 miliar yang terdiri dari distributor Rp127,5 miliar, pasar umum Rp62,5 miliar, dan PT Perusahaan Listrik Negara senilai Rp85,1 miliar.

"Kami mengantongi kontrak dari luar negeri mencapai Rp285,2 miliar antara lain dari Afrika Rp29,8 miliar, Asia Rp253,1 miliar, dan Australia Rp2,3 miliar," tuturnya dalam keterangan resminya, kemarin.

Di luar itu, perseroan memiliki potensi kontrak yang sedang dibidik senilai Rp961 miliar yang berasal dari pasar ekspor Rp255 miliar dan domestik Rp706 miliar. Pasar domestik tersebut terdiri dari distributor Rp181 miliar, pasar umum Rp62 miliar, dan PLN Rp463 miliar.

Produsen kabel itu memperkirakan penjualan semester pertama tahun ini mencapai Rp796,2 miliar, meningkat 48% dibandingkan dengan penjualan periode sama 2007 senilai Rp539,9 miliar.

Laba bersih diperkirakan mencapai Rp28,8 miliar, atau naik 142% dibandingkan dengan laba bersih yang dicapai pada semester I tahun lalu sebesar Rp11,9 miliar.

Direktur Pemasaran KMI Wire Ignatius Iming Sujana menjelaskan peningkatan tersebut dicapai menyusul kenaikan laba usaha perseroan dari Rp31,6 miliar menjadi Rp46,2 miliar, akibat kenaikan nilai penjualan perseroan.

Hingga Juni 2008, penjualan domestik tercatat naik 29,9% dari Rp459 miliar pada semester I 2007 menjadi Rp596,2 miliar. Penjualan ekspor juga meningkat, yakni sebesar 148,1% dari Rp80,9 miliar menjadi Rp200,7 miliar.

Oleh Arif Gunawan S.
BisnisIndonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • EKSPOSE
    NISP tambah modal OCBC
  • EKSPOSE
    Peringkat obligasi XL AA
  • Mencermati laju bisnis minyak AKR
  • PREDIKSI
    Hindari tekanan, pemodal pilih saham lapis kedua