Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Tingkatkan likuiditas kontrak opsi saham
Bursa Efek Indonesia gandeng 10 broker

JAKARTA: Sedikitnya 10 anggota bursa (AB) telah menyatakan komitmennya menjadi liquidity provider atau market maker dalam perdagangan kontrak opsi saham (KOS) yang dijadwalkan dilaksanakan pada pertengahan September.

Beberapa anggota bursa itu antara lain Kim Eng Securities, Pacific 2000, Universal Broker Indonesia dan Sarijaya Permana Sekuritas.

Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia T. Guntur Pasaribu mengatakan market maker nantinya berkewajiban meningkatkan perdagangan KOS sehari 10 kontrak.

"Nantinya mereka [10 anggota bursa] itu memiliki kewajiban memicu para pihak yang memiliki opsi untuk meningkatkan perdagangan," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Market maker atau liquidity provider adalah fasilitator perdagangan dan menjaga likuiditas pasar secara reguler, menempatkan harga beli, dan jual secara terus-menerus, sehingga ada kepastian transaksi atas instrumen investasi itu.

"Saya berharap broker yang ditunjuk dapat menjalankan fungsinya, sehingga perdagangan KOS tidak sepi lagi, seperti yang terjadi saat ini karena tidak ada yang memulai transaksi akibat ketiadaan market maker," tuturnya.

Opsi adalah kontrak yang memberikan hak untuk membeli (call option) atau menjual (put option) suatu aset dengan harga dan jangka waktu tertentu. Kontrak opsi saham dapat diperjualbelikan.

Dalam berinvestasi, para pemodal dapat memanfaatkan instrumen KOS sebagai sarana lindung nilai (hedging) bila harga saham cenderung menurun, sehingga potensi kerugian dapat diminimalisasi.

Guntur menerangkan pada saat harga saham berfluktuatif, transaksi KOS diharapkan mampu memberikan alternatif perlindungan bagi pemodal baik perusahaan maupun individual.

Menurut dia, perubahan lainnya adalah perdagangan KOS tidak lagi dilakukan di lantai bursa, tetapi dapat dilaksanakan melalui internet sehingga pemodal yang berada di luar Jakarta dapat bertransaksi dengan mudah.

"Perdagangan di lantai bursa perlahan sudah mulai ditinggalkan, karena anggota bursa dan pemodal sudah memanfaatkan remote trading yang memungkinkan semua pihak untuk bertransaksi," tuturnya.

Sosialisasi


Guntur mengatakan untuk tahap awal, pihaknya akan menggiatkan sosialisasi ke semua pihak terkait dengan diluncurkannya kembali produk derivatif BEI tersebut di pasaran.

"Kami tidak memiliki target tertentu untuk perdagangan KOS karena hingga akhir tahun, manajemen akan memfokuskan pada sosialisasi produk dan manfaatnya bagi pemodal," tuturnya.

Namun, lanjutnya, berdasarkan hasil kajian BEI diperkirakan target yang ditetapkan ke anggota bursa sebanyak 10 kontrak per hari dapat tercapai, karena saham yang dijadikan underlying asset ditingkatkan dari empat saham menjadi 20 saham.

Guntur menyebutkan beberapa saham terlikuid yang dijadikan portofolio kontrak opsi saham yaitu Telekomunikasi Indonesia, Indofood, Indosat, Bumi Resources dan Bukit Asam. (rahayuningsih@bisnis.co.id)

Oleh Rahayuningsih
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • ULASAN PASAR
    Investor keluar sejenak
  • NAB reksa dana terproteksi berpotensi lampaui saham
  • REKOMENDASI
  • PORTOFOLIO
    Transaksi short sell akan ditiadakan