Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Lautandhana incar penjualan reksa dana Rp100 miliar

JAKARTA: PT Lautandhana Investment Management meluncurkan reksa dana Lautandhana IYAKKAPI Terproteksi I, dengan target penjualan Rp100 miliar dan minimum pembelian Rp50 juta.

Direktur Utama Lautandhana Ahmad Subagja mengatakan minimum pembelian reksa dana bertenor lima tahun itu tidak akan mengurangi daya tarik bagi pemodal.

"Saat ini karakteristik investasi masyarakat masih berada dalam tahap keraguan, sehingga masih tertarik dengan proteksi penuh dari setiap investasi yang ditawarkan," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Indikasi return yang ditawarkan, lanjutnya, sebesar 11,5%-12,5% per tahun dan bunga yang dibayarkan setiap tiga bulan. Untuk memasarkan produk ini, perusahaan akan bekerja sama dengan Ikatan Yayasan Kesejahteraan Karyawan dan Pensiunan Indonesia (IYAKKAPI) yang menjadi mitra utama.

Target investasi ini, lanjutnya, ditujukan pada anggota yayasan itu dan masyarakat umum. Perusahaan akan menawarkan reksa dana ini hingga 7 Agustus.

Ahmad mengatakan perusahaan juga telah menunjuk Bank Niaga sebagai bank kustodian, sedangkan distribusi produk akan dilakukan Lautandhana sebagai manajer investasi sendiri.

Portofolio reksa dana ini terdiri dari surat utang negara (SUN) sebesar 80% dan 20% dari obligasi korporasi dengan minimal peringkat A.

Selain Lautandhan, Mandiri Manajemen Investasi juga tengah memasarkan dua produk barunya, Mandiri Protected Regular Income Fund 7 dan 8. Penawaran produk ini, tuturnya, akan ditutup pada akhir bulan Juli sehingga dapat dicatatkan pada awal Agustus dengan minimal pembelian Rp10 juta.

Direktur Lautandhana Irvin Patmadiwiria mengatakan perusahaan sudah mengantongi dana kelolaan sekitar Rp700 miliar-Rp800 miliar, yang berasal dari kontrak pengelolaan dana (discretionary fund) Rp200 miliar-Rp300 miliar dan reksa dana Rp500 miliar.

Ketua IYAKKAPI S. Widyonarko mengatakan organisasinya berharap reksa dana ini menjadi salah satu media untuk meluaskan informasi dan keanggotaannya.

Di tempat terpisah PT Bank Commonwealth menargetkan total dana kelolaan wealth management tahun ini mencapai Rp12 triliun atau naik 20% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu Rp10 triliun.

Chief of Wealth Management Bank Commonwealth Budiyanto Winata mengatakan pangsa pasar produk wealth management bank itu pada akhir 2007 berhasil meningkat dari 3% menjadi 9%.

Produk investasi

Untuk mencapai target tersebut, Bank Commonwealth mengandalkan ragam produk investasinya yang mencapai lebih dari 138, berupa reksa dana, bancassurance, dan lain-lain. Selain itu, bank asal Australia itu juga menggandeng 13 manajer investasi dan tiga perusahaan asuransi.

"Pemodal sebaiknya berinvestasi pada reksa dana terproteksi yang berbasis obligasi agar nasabah memperoleh jaminan investasi di saat volatilitas pasar meninggi," ujar Budiyanto.

Dia menyarankan untuk memilih produk-produk investasi yang menawarkan return yang pasti, bukan tinggi.

Menurut Budiyanto, reksa dana terproteksi berbasis obligasi tetap menjanjikan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

Contohnya reksa dana berbasis ORI yang bisa memberikan return 9%-10%. Dia mengakui jenis produk investasi seperti ini juga banyak peminatnya, khususnya bagi investor pemula.

Budiyanto yakin pasar ekuitas masih akan booming pada kuartal IV/2008 atau kuartal I/2009.

Menurutnya saham-saham yang terkait dengan sumber daya alam, seperti pertambangan, minyak ataupun yang terkait dengan agribisnis, sangat diminati. (21/ Nana Oktavia Musliana)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain