Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Dilusi pemegang saham United Tractors 16%

JAKARTA: Pemegang saham PT United Tractors Tbk (UT) terancam terdilusi kepemilikannya sebesar 16% menyusul penawaran umum terbatas (rights issue) sebesar US$390 juta (sekitar Rp3,5 triliun) dengan harga Rp7.500 per lembar.

Dalam rights issue itu, perseroan akan melepas 475,27 juta lembar saham. Terkait dengan rencana ini, perseroan telah menyerahkan pernyataan pendaftaran kepada Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), kemarin

Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan dana dari rights issue akan dipakai untuk melunasi utang perseroan yang sebelumnya dialokasikan mengakuisisi PT Tuah Turangga Agung, dan modal kerja. Selain itu, dana juga akan dipakai untuk membeli sebuah perusahaan tambang batu bara.

"Untuk modal kerja, itu akan kami pakai untuk tahun ini hingga tahun depan, sedangkan untuk akuisisi, kami menyiapkan dana untuk membeli perusahaan atau aset tambang yang ada di Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, atau kepada anak perusahaan kami, PT Pamapersada Nusantara," katanya kemarin.

Namun, Sara tidak menyebutkan nilai akuisisi perusahaan ataupun aset pertambangan tersebut. Perseroan berharap Bapepam-LK sudah memberikan persetujuan atas aksi korporasi itu sebelum dilaksanakannya rapat umum pemegang saham (RUPS) yang akan digelar pada 19 Agustus.

Dalam rights issue kali ini perseroan akan dibantu oleh UBS Investment, sedangkan yang bertindak sebagai pembeli siaga adalah PT Astra Internasional Tbk.

"Dengan dikeluarkannya sebanyak 475,27 juta saham baru maka kepemilikan pemegang saham terancam terdilusi sebesar 16% dari jumlah saham saat ini 2,9 miliar," kata analis Optima Securities Ikhsan Binarto, kemarin.

Harga saham baru yang ditetapkan sebesar Rp7.500 itu terdiskon 24% dibandingkan dengan harga saham per penutupan perdagangan kemarin sebesar Rp9.900. Harga saham berkode UNTR ini turun Rp100 atau 1% dari hari sebelumnya, menjadikan kapitalisasi pasarnya bernilai Rp28,23 triliun.

Sebelumnya diberitakan Bisnis, harga perusahaan pertambangan yang akan diakuisisi oleh United Tractors mencapai kisaran US$80 juta.

Direktur United Tractors Edhie Sarwono mengatakan saat ini perseroan melakukan finalisasi pembicaraan kepada perusahaan yang akan diakuisisi itu, sehingga harga akuisisi mungkin berubah, seiring dengan pergerakan harga batu bara. Untuk pembiayaan akuisisi, United Tractors akan mengandalkan pinjaman bank.

Oleh Bambang P.Jatmiko & Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Pelanggaran di bursa berjangka didominasi nonsistem'
  • Infoasia tak siapkan dana cadangan
  • Gozco Plantations cari pinjaman Rp500 miliar
  • Harga murah, Bumi buyback saham
  • REKOMENDASI
  • Mitra gaet Ancora tutup akuisisi Apexindo
  • PORTOFOLIO
    Gandum sentuh level terendah
  • PORTOFOLIO
    Gula terdesak penguatan dolar AS
  • Sierad Produce segera integrasi bisnis hulu-hilir