Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Bapepam belum restui tender offer Indosat
JAKARTA: Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) belum merestui penawaran tender Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) atas 8,2% saham publik PT Indosat Tbk, menyusul beberapa kelengkapan administratif Qtel yang dinilai belum memenuhi Peraturan No. IX. H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Menurut Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Bapepam-LK M. Noor Rachman, Bapepam-LK telah melayangkan surat tanggapan kepada Indosat dan PT Danareksa Sekuritas sebagai underwriter penawaran tender guna memenuhi kelengkapan administratif.
"Kami belum memberikan pernyataan efektif atas tender offer Qtel. Saat ini 'bola' ada dia, dan kami dalam posisi menunggu kelengkapan administratif dan keterbukaan informasi atas tender offer itu," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Noor menuturkan tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat pihaknya juga akan meminta penjelasan tentang masuknya Rachmat Gobel dalam level pemegang saham di Indosat bersama dengan Qtel.
Terkait dengan penawaran tender Qtel, Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany mengatakan otoritas pasar modal akan menilai dari sisi Peraturan Bapepam-LK.
"Kami tidak mempermasalahkan siapa yang akan membeli Indosat, boleh [Rachmat] Gobel atau siapa saja, asal sesuai peraturan," ujarnya.
Selanjutnya, mengenai penawaran tender tandingan atas saham Indosat, Noor mengatakan hingga saat ini otoritas pasar modal belum menerima laporan tentang penawaran tender tandingan.
Penawaran tandingan
"Saya belum menerima pernyataan penawaran tender tandingan dari PT Bakrie&Brothers Tbk dan Altimo itu. Belum ada di meja saya," ujarnya.
Saat disinggung mengenai kaitan antara pernyataan efektif penawaran tender Indosat dan Mahkamah Agung yang masih membahas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan PN Jakarta Pusat atas Indosat, Noor tak ingin berkomentar lebih jauh.
Meski demikian, Bapepam-LK belum memutuskan akan mengambil langkah apa apabila Mahkamah Agung tidak mengizinkan penawaran tender Qtel atas saham publik Indosat.
"Qtel menjadi pengendali bukan melalui tender offer, jadi berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No.IX.H. 1, tender offer-nya menjadi mandatory, wajib," ujar Fuad.
Qtel mengakuisisi Singapore Technology Telemedia Pte Ltd (STT) yang memiliki 40,81% saham di Indosat saat MA masih membahas mengenai putusan PN Jakarta Pusat.
Adapun, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mendukung rekomendasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan bahwa STT harus melepas kepemilikannya maksimal 10% ke beberapa pihak.
Selain itu, putusan itu juga menyoroti bahwa pihak yang membeli saham STT itu tidak boleh terafiliasi. Soal permasalahan hukum itu, lanjutnya, bukan ranah kewenangan Bapepam-LK. Selain itu, apa yang diputuskan MA belum mengikat hingga rencana penawaran tender itu digelar.
"Bapepam-LK bekerja berdasarkan aturan di pasar modal. Jadi, kami tidak bisa masuk ke wilayah yang bukan wilayah kita. Selama itu belum diputuskan, kami juga tidak bisa mengambil action untuk melarang mereka. Itu problem kami. Itu bukan wilayah kami," tandasnya.
Saat ditanya apabila MA mendukung putusan PN Jakarta Pusat dan KPPU, sehingga mendesak STT untuk menjual kepada empat pihak atas 40,81% saham STT yang sudah dialihtangankan ke Qtel apakah penawaran tender akan dibatalkan, Fuad enggan berkomentar secara detail.
"Saya tidak mengetahui sejauh mana MA bisa mengatur soal penawaran tender itu," tuturnya.
Harga saham Indosat ditutup anjlok 3,03% ke level Rp6.400 pada penutupan perdagangan saham 18 Juli 2008 dibandingkan dengan hari sebelumnya sebesar Rp6.600.
Apabila mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Indosat mencapai Rp34,77 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTOFOLIO
Perbaikan perekonomian angkat kopi - PORTOFOLIO
Harga kedelai meningkat 2% - PORTOFOLIO
Kenaikan ekspor Brasil pukul gula - Rupiah tertolong kenaikan BI Rate
- PORTOFOLIO
Sona Topas tambah saham UBS