Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Energi Mega segera raih pinjaman

JAKARTA: PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) menargetkan dalam tiga hari ke depan bisa meraup pinjaman dari sejumlah bank untuk membayar utang kepada Merrill Lynch US$120 juta yang akan jatuh tempo pada 27 Juli.

Vice President Capital Markets Energi Mega Herwin Hidayat mengatakan bank yang dijajaki itu berasal dari lokal ataupun asing. Mereka akan mengucurkan kredit dalam bentuk sindikasi ataupun bilateral.

"Kami akan mencari pinjaman dengan tingkat bunga rate yang terbaik. Yang jelas, kami akan membayar utang kami sesuai dengan waktu jatuh tempo," katanya kepada Bisnis kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, beberapa bank yang akan mengucurkan dana ke Energi Mega adalah Credit Suise dan bank asal India, ICIC Bank. Namun Herwin tidak bersedia berkomentar atas hal itu.

"Kami saat ini belum membuka nama bank yang akan memberikan kreditnya karena dikhawatirkan mengganggu proses pembicaraan. Kami akan membuka nama bank-bank yang membiayai kami saat akan jatuh tempo," tuturnya.

Menurut dia, perseroan akan mendahulukan pencarian pinjaman untuk melunasi utang kepada Merrill Lynch, sebelum kemudian akan menjajaki pinjaman untuk membayar utang kepada Credit Suise.

Hal itu dilakukan perseroan karena pinjaman Credit Suise akan jatuh tempo pada minggu kedua Agustus, sedangkan utang ke Merrill Lynch jatuh tempo pada pekan depan.

Energi Mega kini memiliki utang US$272,75 juta. Utang itu terdiri dari utang senilai US$120 juta dari Merrill Lynch. Selain itu, ada juga utang sebesar US$152,75 juta dari Credit Suisse yang akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2008.

Untuk membayar utang yang akan jatuh tempo itu, sempat beredar kabar bahwa perseroan akan memilih penawaran saham terbatas (rights issue) untuk membiayai utang yang jatuh tempo itu. Namun, Herwin membantah bahwa Energi Mega akan mengambil langkah tersebut.

"Untuk pinjaman, saat ini kami kini harus lebih hati-hati karena ini adalah pertama kalinya kami mencari pendanaan di bawah bendera grup Bakrie & Brothers," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sebanyak 40% saham Energi Mega mulai tahun ini dimiliki oleh PT Bakrie & Brothers Tbk, menjadikannya turut berperan dalam pengambilan keputusan.

Energi Mega pernah menerbitkan saham baru senilai Rp3,78 triliun pada Januari 2006 untuk membiayai akuisisi 99,99% saham PT Tunas Harapan Perkasa, yang memiliki lima lapangan minyak dan gas tersebar di Sumatra dan Kalimantan.

Harga saham Energi Mega akhir pekan lalu ditutup di posisi Rp750 per saham, atau turun 1,32% dari penutupan hari sebelumnya di posisi Rp760 per saham. Dengan mengacu pada harga itu, price to earning ratio (P/E) perseroan mencapai 94,46 kali, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp10 triliun.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • REKOMENDASI
    Optima Securities:
  • REKOMENDASI
    Trimegah Securities:
  • REKOMENDASI
    Indosurya Securities:
  • Bursa tak restui rencana Bumi terbitkan MTN
  • CP Prima rights issue hindari default
  • Permintaan MTN Bumi US$200 juta
  • Joint venture PT KA & PTBA terganjal pajak
  • REKOMENDASI
  • Bursa Efek Indonesia pangkas batas perdagangan Antaboga
    Pemilik lama Bank Century diduga terlibat