Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Laba bersih United Tractors Rp1,2 triliun
JAKARTA: Laba bersih PT United Tractors Tbk (UT) pada semester I/2008 diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun karena adanya lonjakan permintaan alat berat dari sektor pertambangan dan perkebunan.
Satu manajer investasi yang mendengar informasi itu mengatakan distributor alat berat merek Komatsu tersebut dalam enam bulan pertama tahun ini membukukan laba bersih Rp1,2 triliun, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu Rp552,35 miliar.
Direktur Keuangan dan Administrasi United Tractors Gidion Hasan ketika dikonfirmasi menolak menjelaskan kinerja perseroan semester I/2008. "Saya tidak bisa konfirmasi sebelum disclose ke bursa. Kami akan melapor ke bursa pada akhir bulan ini, sesuai dengan peraturan," tuturnya kepada Bisnis kemarin.
Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis menambahkan perseroan membukukan penjualan alat berat hampir 2.500 unit pada semester I tahun ini, tumbuh dibandingkan dengan volume penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.800 unit.
Penjualan
Pada empat bulan pertama tahun ini, United Tractors mencatat penjualan Rp7,80 triliun. Penjualan itu disumbangkan dari pendapatan bersih dari mesin konstruksi Rp3,69 triliun, dari kontraktor penambangan Rp3,15 triliun, dan dari pertambangan Rp948,9 miliar.
Selanjutnya, beban pokok pendapatan mencapai Rp6,46 miliar menjadikan laba kotor perseroan hingga per 30 April 2008 sebesar Rp1,34 triliun. "Laba kotor tersebut merupakan merupakan 17,2% dari pendapatan bersih untuk periode yang bersangkutan," lapor manajemen.
Pada April, United Tractors membukukan laba usaha Rp997,3 miliar, laba sebelum pajak penghasilan Rp952,9 miliar, dan laba bersih Rp631,4 miliar.
Dalam riset mengenai United Tractors yang dirilis oleh Deutsche Bank pada 4 Juli disebutkan, estimasi penjualan alat berat 1%-4% pada 2008-2010. Anak perusahaan PT Astra International Tbk itu menerima komitmen pengiriman dari Komatsu sebanyak 4.750 unit tahun ini.
Kontrak penjualan dan kenaikan biaya lebih besar dari perkiraan membuat laba dari tambang batu bara dan profitabilitas emiten tertekan. Lonjakan harga BBM menyebabkan asumsi biaya produksi per ton 16% menjadi US$46 per ton pada tahun ini.
Di sisi lain, kontrak penjualan melarang anak usaha United Tractors yang bergerak di tambang batu bara menikmati tingginya harga batu bara global. Namun, masih ada peluang melalui negosiasi dengan pembeli batu bara untuk meningkatkan harga penjualan.
Oleh Pudji Lestari & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- PORTOFOLIO
Bakrieland siap bayar obligasi - PORTOFOLIO
Peringkat obligasi Indosat idAA+ - ULASAN PASAR
Pasar bearish akibat inflasi - 'Pelanggaran di bursa berjangka didominasi nonsistem'
- Infoasia tak siapkan dana cadangan