Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

Target dana kelolaan Rp100 triliun akan tercapai

JAKARTA: Sejumlah manajer investasi optimistis target dana kelolaan reksa dana sebesar Rp100 triliun tercapai meski hingga 16 Juli total dana kelolaan baru menyentuh Rp92,22 triliun.

Pencapaian itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan dana kelolaan per 2 Januari sebesar Rp91,34 triliun. Fund Manager NISP Sekuritas Siswa Rizali menilai volume transaksi reksa dana tahun ini memang lebih menurun dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi hal itu masih terukur.

"Valuasi reksa dana lebih mungkin meningkat daripada menurun," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Menurut dia, penurunan harga saham justru harus dimanfaatkan untuk memasukkan dana ke beberapa jenis reksa dana seperti pendapatan tetap yang menjadi pilihan menarik saat ini.

Rizal mengatakan pelaku pasar sedikit pesimistis dengan menurunnya harga saham pada pekan lalu. Meski demikian, pihaknya masih merekomendasikan kepada pemodal untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Izin baru

Direktur Utama Lautandhana Investment Management Ahmad Subagja menilai target tersebut dapat tercapai apabila Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) memberikan izin baru kepada MI.

Menurut dia, maraknya minat untuk mendapatkan izin di industri pasar modal dan investasi membuktikan bahwa peminat terhadap sektor ini masih besar dan masih menjanjikan. Kebijakan dari Bapepam-LK tersebut secara tidak langsung juga akan menambah dana kelolaan tersebut.

Izin baru tersebut, lanjutnya, dapat memicu pelaku pasar yang baru masuk untuk mendapatkan dana investasi yang besar.

Dia juga mengusulkan agar manajer investasi dapat mengeluarkan produk-produk baru yang lebih inovatif dan dapat menarik lebih banyak konsumen serta dana investasinya.

"MI dapat mengeluarkan produk reksa dana alternatif seperti pendapatan tetap dan pasar uang, atau bahkan discretionary fund yang lebih terbuka dari segi peraturannya."

Menurut Ahmad, saat ini investasi di beberapa reksa dana tersebut dapat menjadi pilihan ketika pasar saham sedang menurun.

Berdasarkan data otoritas pasar modal, dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap baru mencapai Rp16,56 triliun, diikuti reksa dana pasar uang Rp5,63 triliun. Adapun jumlah dana kelolaan reksa dana saham masih yang tertinggi dengan porsi 35,58% dari total dana kelolaan senilai Rp32,82 triliun.

Jumlah tersebut diikuti oleh reksa dana terproteksi dengan dana kelolaan Rp21,77 triliun.

Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksa dana Indonesia (APRDI) Legowo Kusumonegoro mengatakan bagi asosiasi itu, yang paling terpenting adalah kenaikan jumlah unit penyertaan bukan pada dana kelolaan.

"Naik atau turunnya total dana kelolaan reksa dana dipengaruhi oleh pergerakan underlying asset-nya," tuturnya.

Menurut dia, dengan bertambahnya unit penyertaan menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemodal terhadap produk investasi itu. (21)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Mobile-8 jajaki rights issue Rp1 triliun
  • Bumi akan buyback lagi 10% saham
  • REKOMENDASI
  • PORTOFOLIO
    Penilai aset dan usaha dibedakan