Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 21/08/2008

Astra Graphia jajaki rights issue

JAKARTA: PT Astra Graphia Tbk berencana menambah modal melalui pinjaman bank atau penawaran saham terbatas (rights issue) untuk mendukung rencana perseroan masuk ke sektor bisnis teknologi informasi (TI).

Direktur Utama Astra Graphia Lukito Dewandaya mengatakan perseroan akan memperbesar bisnisnya melalui cara organik dan nonorganik.

"Kami telah menyiapkan cetak biru untuk pengembangan perusahaan ke depan agar memiliki ukuran bisnis yang lebih besar, baik melalui corporate action dan tidak melalui aksi korporasi," tuturnya kemarin.

Untuk keperluan pengembangan bisnis itu, Astra Graphia akan memprioritaskan pinjaman bank. Namun, anak perusahaan PT Astra International Tbk tersebut akan rights issue untuk mencari dana segar guna memperbesar skala bisnis perseroan.

"Untuk jumlahnya, tentu saja kami harus melihat neraca keuangan perseroan. Selain itu, mekanisme pencarian dana juga akan bergantung pada perhitungan perseroan."

Salah satu pangsa pasar terbesar yang dibidik perseroan adalah menangani sistem TI di perusahaan yang berada di bawah naungan Astra International. Perseroan juga membidik pasar di luar perusahaan tersebut.

Perusahaan yang di bawah Astra International masih menyumbang 20% dari total pendapatan Astra Graphia. Sele- bihnya pendapatan perseroan disumbang oleh perusahaan di luar Astra.

Menurut Lukito, perseroan menargetkan bisa meraih lebih banyak proyek dari perusahaan yang bernaung di bawah Astra International, hingga bisa memberi kontribusi yang lebih besar ke perseroan dari yang saat ini.

"Kami membeli kembali saham SAT [PT SCS Astra Graphia Technologies] dari Singapore Computer System, sehingga bisa menguasai 99,99% saham. Dengan memperbesar kepemilikan di SAT, kami akan lebih memiliki kompetensi untuk menangani bisnis TI," ujarnya.

Akuisisi saham SAT


Terkait dengan akuisisi SAT, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Astra Graphia kemarin menyetujui aksi korporasi tersebut. Sebelum akuisisi, Astra Graphia menguasai 49% saham SAT dan akan menjadi 99,99% setelah akuisisi dilaksanakan.

Untuk keperluan penambahan kepemilikan ini, Astra Graphia mengalokasikan Rp89,9 miliar yang kesemuanya berasal dari kas internal perseroan. Pembayaran untuk akuisisi itu akan diselesaikan dalam pekan ini

Dalam kesempatan itu, Corporate Secretary Astra Graphia Susy H. Widjaja mengatakan perseroan belum menerima permintaan dari induk perusahaan untuk membayar dividen interim.

Menurut dia, permintaan itu biasanya akan diajukan pada kuartal III, sebagaimana yang terjadi tahun sebelumnya. "Dividen interim diminta agar target bagi hasil laba bisa mencapai target. Namun, kami belum menerima permintan itu," tuturnya.

Harga saham Astra Graphia kemarin ditutup di posisi Rp415 per saham, atau naik 1,22% dari penutupan hari sebelumnya, Rp410 per saham. Apabila mengacu pada harga itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp559,74 miliar.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • REKOMENDASI
    Optima Securities:
  • REKOMENDASI
    Trimegah Securities:
  • REKOMENDASI
    Indosurya Securities:
  • Bursa tak restui rencana Bumi terbitkan MTN
  • CP Prima rights issue hindari default
  • Permintaan MTN Bumi US$200 juta
  • Joint venture PT KA & PTBA terganjal pajak
  • REKOMENDASI
  • Bursa Efek Indonesia pangkas batas perdagangan Antaboga
    Pemilik lama Bank Century diduga terlibat