Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 21/08/2008

PREDIKSI
Valuasi rendah, indeks coba naik

JAKARTA: Rendahnya valuasi rata-rata saham di bursa Indonesia menjadi salah satu pertimbangan investor mulai masuk ke pasar, dengan portofolio tersebar.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas, dengan tetap memerhatikan arah pergerakan saham-saham komoditas.

Analis PT Asia Kapitalindo Securities Tbk Widhi Indratmo Nugroho mengatakan rendahnya rasio harga saham terhadap laba per saham (price to earning ratio (PER) saham-saham di bursa Indonesia memberi pertimbangan fundamental tambahan untuk masuk ke pasar.

"Dengan PER rendah, emiten di Indonesia rata-rata membukukan kinerja keuangan per triwulan II yang positif. Ini akan mulai diperhatikan pasar, sehingga kenaikan saham bukan melulu dari saham komoditas, melainkan ke saham sektor lain," tuturnya kemarin.

Namun, lanjutnya, investor Indonesia masih terlalu bertumpu pada sentimen harga minyak mentah, sehingga tidak memerhatikan rendahnya PER bursa Indonesia ini.

Dia mengatakan PER bursa Indonesia sekarang berada di level 14 kali, atau jauh lebih rendah diban-dingkan dengan PER tiga bulan yang lalu sekitar 20 kali.

Jika dibandingkan dengan posisi setahun yang lalu, PER itu terhitung jauh lebih murah lagi.

Kemarin, indeks mulai menguat setelah dua hari berturut-turut terkoreksi dalam. Indeks pada Rabu ditutup di level 2.069,698, atau menguat 27,2 poin (sebesar 1,33%).

Mayoritas indeks sektor menguat, kecuali sektor manufaktur, industri aneka, dan kimia dasar.

Widhi memperkirakan indeks hari ini akan bergerak di titik support 2.029 dan resistance 2.137. Saham sektor komoditas seperti pertambangan dan perkebunan masih menjadi penggerak utama.

Saham perkebunan

Secara khusus, dia menyoroti saham-saham sektor perkebunan yang harganya masih murah, terutama saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan saham PT PP Lonson Sumatra Plantation Tbk (LSIP).

"Menyusul makin dekatnya puasa dan hari raya Idulfitri, permintaan minyak goreng akan meningkat di masyarakat. AALI yang membukukan laporan keuangan positif sehingga sahamnya berpotensi dibeli lagi," ujarnya.

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) di Malaysia kemarin naik 6,5 menjadi RM2.594 (US778) per metrik ton, sebelum ditutup pada level RM2.591. Harga CPO tercatat turun 42% dari level RM4.486 pada 4 Maret.

Di luar itu, lanjut Widhi, momen hari raya juga akan menjadi alasan spekulasi kuat untuk membeli saham-saham sektor konsumer seperti PT Ramayana lestari Sentosa Tbk (RALS) atau PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • REKOMENDASI
    Trimegah Securities:
  • REKOMENDASI
    Indosurya Securities:
  • Bursa tak restui rencana Bumi terbitkan MTN
  • CP Prima rights issue hindari default
  • Permintaan MTN Bumi US$200 juta
  • Joint venture PT KA & PTBA terganjal pajak
  • REKOMENDASI
  • Bursa Efek Indonesia pangkas batas perdagangan Antaboga
    Pemilik lama Bank Century diduga terlibat
  • BEI incar dual listing tahun depan