Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 21/08/2008

Laba Timah semester I naik lebih dari 10%

JAKARTA: PT Timah Tbk optimistis dapat membukukan pertumbuhan laba bersih sedikitnya 10% pada paruh pertama tahun ini menyusul harga jual timah yang tetap tinggi di pasar global.

Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar mengatakan laporan keuangan perseroan untuk periode Januari-Juni sedang ditelaah terbatas oleh kantor akuntan publik, sehingga belum dapat dipublikasikan. Laporan tersebut diharapkan dapat terbit paling cepat pada pekan depan.

"Saya belum bisa menyebutkan indikator kinerja keuangan kami, tapi secara garis besar untuk bottom line [laba bersih] perolehan kami on track bahkan lebih tinggi dari target pertumbuhan laba 10% pada ta- hun ini," tuturnya saat dihubungi Bisnis, pekan ini.

Menurut dia, pertumbuhan laba bersih itu dapat terjadi se-iring dengan harga jual rata-rata timah yang tinggi. Harga jual logam timah memang sempat mengalami penurunan, contohnya pada bulan ini harga melemah hingga US$14.000 per ton.

Namun, berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga timah di bursa komoditas metal itu berhasil naik lagi ke level US$19. 895 per ton pada penutupan per 19 Agustus.

Abrun optimistis kinerja perseroan lebih baik karena harga jual timah pada tahun ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata sepanjang tahun lalu yang berkisar di level US$13.393 per ton. Kendati demikian, katanya, pertumbuhan laba bersih itu tidak akan setinggi tahun lalu.

Untuk per 30 Juni 2007, Timah membukukan laba bersih Rp780,85 miliar, meroket 31,65 kali dari periode sebelumnya Rp23,91 miliar. Pada saat yang sama, penjualan naik dari Rp1,73 triliun menjadi Rp4,08 triliun.

Secara terpisah, Head of Research HD Capital Adrian Rusmana Setyamihardja mengata- kan harga timah mencetak rekor US$25.000 per ton pada 15 Mei. Rekor ini mampu menopang harga rata-rata pada Januari-Juni tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata dalam enam bulan pertama tahun lalu.

Dengan asumsi harga jual rata-rata logam timah di level US$19.000 per ton, dia memperkirakan laba bersih Timah pada semester I/2008 dapat tumbuh 30%-35%.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BEI incar dual listing tahun depan
  • Radiant cari kredit Rp300 miliar
  • Berkat akuisisi, saham BII terkuat di LQ-45
  • Darya Varia incar pertumbuhan 50%
  • PREDIKSI
    Pasar tunggu BI Rate turun
  • 'Privatisasi Kliring Berjangka Indonesia belum waktunya'
  • CPO tertekan harga minyak yang rendah
  • PORTOFOLIO
    Kenaikan cadangan pukul aluminium
  • 'Waktunya jual emas dan beli platina'