Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Grup Bakrie incar 25% saham Indosat

JAKARTA: Setelah niat Qatar Telecom Q.S.C. (Qtel) mengakuisisi 85,71% saham PT Indosat Tbk terbentur aturan daftar negatif investasi, Grup Bakrie berniat membeli 25% saham operator seluler terbesar kedua di Indonesia itu.

Pembelian saham Indosat bisa dilaksanakan melalui penawaran tender atau mengumpulkan saham dari pasar. Namun, sejauh ini belum ada kesepakatan secara internal di Grup Bakrie mengenai skema pembelian saham Indosat dan pembiayaannya.

Sumber Bisnis yang mendengar informasi itu mengatakan dengan bersinergi bersama Indosat, anak per- usahaan Grup Bakrie yang bergerak di telepon seluler berbasis code division multiple access (CDMA) yaitu PT Bakrie Telecom Tbk, bisa menjangkau area yang telah dilayani oleh Indosat.

"Belum ada kesepakatan mengenai pihak yang ditunjuk untuk membeli Indosat, apakah Bakrie Telecom, Bakrie & Brothers, dan perusahaan yang lain. Banyak alternatif yang bisa ditempuh," ujarnya kemarin.

Dia menilai akuisisi Indosat lebih menguntungkan bagi Grup Bakrie karena bisa masuk dua segmen telekomunikasi sekaligus yaitu global system for mobile communication (GSM) dan CDMA.

"Grup Bakrie membidik Indosat dengan pertimbangan bisa melakukan sinergi bisnis, misalnya penggunaan menara bersama. Namun, gan- jalan rencana itu adalah sumber pendanaan."

Menurut dia, saat ini Grup Bakrie masih mengkaji sumber pendanaan untuk membeli saham sebanyak 25% milik Indosat.

Manajemen Bakrie & Brothers menyatakan secara gamblang keinginannya membeli saham Indosat dalam. Hal itu terungkap dalam riset CIMB-GK Securities per 20 Agustus 2008. Laporan itu mengulas Corporate Day yang digelar oleh CIMB-GK di Bali pada 14-15 Agustus 2008

Bisnis meminta konfirmasi ke Pre-siden Direktur Bakrie Telecom Anindya Novyan Bakrie, tetapi telepon selulernya tidak bisa dihubungi.

Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava ketika dikonfirmasi tidak bersedia berkomentar mengenai rencana Grup Bakrie yang membidik 25% saham Indosat.

Memegang kunci


Satu bankir investasi lokal menambahkan Bakrie Telecom kini memegang kunci dari semua strategi terkait dengan akuisisi PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator penyedia jasa layanan telepon Fren, dan rencana pembelian saham Indosat.

"Pembicaraan awal antara pemilik Fren dan Bakrie Telecom merupakan salah satu opsi konsolidasi antarope-rator CDMA di tengah ganasnya persaingan. Namun, masih ada opsi utama yang tengah digodok Grup Bakrie yakni akuisisi Indosat," ujarnya.

Menurut dia, opsi membeli saham operator seluler Mentari itu merupakan yang utama karena bisa memberikan nilai tambah sangat besar terhadap Bakrie Telecom dan Grup Bakrie secara menyeluruh. "Rencana akuisisi Fren merupakan opsi kedua yang dipertimbangkan Grup Bakrie jika gagal masuk Indosat, sehingga negosiasinya masih terlalu dini," tuturnya.

Grup Bakrie, ujarnya, kini menunggu keputusan Mahkamah Agung terkait dengan sengketa antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Singapore Technologies Telemedia.

"Begitu MA memenangkan KPPU, Altimo [perusahaan investasi dari Rusia], siap menjadi mitra Grup Bakrie untuk mengakuisisi saham Indosat," ujarnya.

Meski opsi akuisisi Mobile-8 merupakan strategi kedua Grup Bakrie, harga saham emiten berkode FREN kemarin langsung meroket sejak praperdagangan saham. Lonjakan harga saham Mobile-8 terjadi setelah bursa mencabut suspend saham itu kemarin.

Saham FREN melesat ke level Rp120 setelah naik Rp49 atau 69,01%. Saham emiten itu mencatat nilai transaksi sebesar Rp 50 miliar, atau melompat 100 kali lipat dibandingkan dengan nilai transaksi rata-rata hariannya. Akibatnya sistem perdagangan bursa pun menyetop dengan terpaksa perdagangan saham itu.

Dari sisi volume, ada sebanyak 440,8 juta saham FREN yang diperdagangkan. Harga saham FREN men-cetak level rekornya tahun ini di level Rp260 pada 2 Januari.

Berdasarkan harga penutupan kemarin, Mobile-8 tercatat memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp2,43 tri-liun.

Harga saham Bakrie Telecom kemarin ditutup di posisi Rp285 per saham, atau naik 1,79% dari penutupan hari sebelumnya Rp280. Apabila mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar mencapai Rp8,11 triliun, dan price to earning ratio (P/E) 36,62 kali.

Secara terpisah, Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Tanri Abeng membantah kabar adanya rencana BUMN itu membeli saham BTEL. (Pudji Lestari) (bambang.jatmiko@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • REKOMENDASI
    Optima Securities:
  • REKOMENDASI
    Trimegah Securities:
  • REKOMENDASI
    Indosurya Securities:
  • Bursa tak restui rencana Bumi terbitkan MTN
  • CP Prima rights issue hindari default
  • Permintaan MTN Bumi US$200 juta
  • Joint venture PT KA & PTBA terganjal pajak
  • REKOMENDASI
  • Bursa Efek Indonesia pangkas batas perdagangan Antaboga
    Pemilik lama Bank Century diduga terlibat