Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
REKOMENDASI
Millenium Danatama Sekuritas
IHSG ditutup menguat 23 poin karena naiknya harga minyak mentah mendorong harga saham pertambangan dan saham unggulan mengalami kenaikan. Indeks masih berpotensi menguat di kisaran 2100-2170 dengan pilihan saham AALI, UNTR, PGAS, BBRI dan BBCA.
Optima Securities:
Indeks kembali menguat 23 poin ke level 2.131 walaupun transaksi sepi karena lebih didominasi saham lapis kedua dan ketiga. Harga komoditas yang belum menunjukkan tren bullish mengakibatkan saham blue chip stagnan.
Indeks masih berpeluang menguat dan mencoba break di level 2.150 dengan kisaran 2.120-2.150 beserta saham pilihan: BUMI, FREN, SMGR, TINS, dan SMCB.
Trimegah Securities:
Di tengah minimnya sentimen pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil melakukan penetrasi trend bearish resistance 2.125 dan menguji resistance 2.130. Kondisi tersebut membuka peluang berlanjutnya penguatan pada perdagangan hari ini untuk kembali menguji penetrasi resistance 2.150 untuk bertahan pada area positif. Namun, masih lemahnya volume perdagangan kemarin, dikhawatirkan kembali melakukan aksi profit taking yang akan menekan laju penguatan IHSG. IHSG diperkirakan bergerak dengan kecenderungan flat negatif di kisaran 2.100-2.150.
Disclaimer
Keputusan untuk melakukan transaksi jual, beli atau investasi saham lainnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham dan harian Bisnis Indonesia tidak bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil, dengan mengacu pada rekomendasi saham di kolom ini. Dalam melakukan investasi, pembaca membuat penilaian independen.
bisnis.com
Berita Lain
- CP Prima rights issue hindari default
- Permintaan MTN Bumi US$200 juta
- Joint venture PT KA & PTBA terganjal pajak
- REKOMENDASI
- Bursa Efek Indonesia pangkas batas perdagangan Antaboga
Pemilik lama Bank Century diduga terlibat