Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
Pemegang saham restui Hanson jual Primayudha
JAKARTA: Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Hanson International Tbk menyetujui penjualan 99% saham PT Primayudha Mandirijaya ke PT Bitratex Industries.
Hasil dari penjualan itu untuk melunasi utang Hanson senilai Rp215,9 miliar kepada Bank Mandiri yang terdiri dari utang pokok Rp46,1 miliar dan US$17,3 juta, ditambah dengan tunggakan bunga dan denda Rp10 miliar.
Direktur Hanson International Irwando Saragih mengatakan perseroan mendapatkan Rp361,2 juta dari Bitratex Industries. Sebagai kompensasinya, Bitratex melunasi utang Hanson ke Bank Mandiri.
"Nilai likuidasi perusahaan Hanson mencapai Rp216,87 miliar dan nilai pasarnya Rp433,75 miliar. Dengan utang yang akan dibayar ke Bank Mandiri lebih kecil dari nilai likuidasi, kami mendapat dana dari penjualan Primayudha," tuturnya.
Namun, dia tidak bersedia menyebutkan identitas Bitratex. "Yang jelas Bitratex adalah perusahaan investasi asing."
Masih terafiliasi
Salah seorang investor mengaku tidak memperoleh penjelasan yang memuaskan dari jajaran direksi mengenai identitas Bitratex.
Dia menduga perusahaan yang membeli Primayudha masih terafiliasi dengan Hanson International.
Irwando juga mengatakan bahwa perseroan akan memperbesar kepemilikan di Hanson Energy, yang bergerak di bisnis perdagangan batu bara, hingga mencapai 99%.
Hanson International memiliki 10% saham produsen batu bara itu. Hanson International ingin memperbesar kepemilikan di Hanson Energy karena prospek batu bara yang dinilai masih menguntungkan.
"Kami juga baru saja meraih kontrak dari PLN sebesar Rp28 triliun dalam jangka waktu 20 tahun."
Untuk itu, Hanson International telah menunjuk PT BNI Securities untuk menangani aksi korporasi itu.
Padahal, BNI Securities semula terancam tidak ditunjuk menjadi konsultan akuisisi Hanson Energy, menyusul sanksi pembekuan sementara akibat kegagalan memasarkan saham perdana PT Wahana Artha Harsaka.
Sehingga, perseroan menyeleksi tiga perusahaan sekuritas sebagai konsultan akuisisi PT Hanson Energy, menyusul pembekuan BNI Securities yang semula telah menduduki posisi tersebut.
Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO