Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Nyoman Tjager resmi jadi komut BEI

JAKARTA: I Nyoman Tjager resmi menjabat sebagai komisaris utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2011 mulai kemarin setelah disetujui oleh mayoritas pemegang saham bursa.

Sebanyak 96 pemegang saham atau yang mewakili 82,50% saham di BEI menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa kemarin. Pengangkatan Tjager sebagai komisaris juga disetujui dengan suara mayoritas menyusul usulan nama calon komut datang dari pemegang saham.

Pemegang saham itu terdiri dari para anggota bursa dan self regulatory organizations, seperti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Tjager selanjutnya menempati kursi komisaris utama yang kosong sepeninggal Darmin Nasution pada 11 Juni. Kala itu, Darmin mundur dengan alasan tidak ingin merangkap jabatan sehingga dapat fokus pada tugasnya sebagai Dirjen Pajak.

Tjager sejak awal menjadi calon kuat sekaligus satu-satunya kandidat yang maju hingga lolos uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Komut BEI yang baru ini pernah menjabat berbagai posisi, seperti kepala biro hukum Bapepam pada 1991, sekretaris menteri negara kantor meneg pada 2000, dan staf ahli menteri negara BUMN-bidang kredit usaha kecil pada 2005.

Dia diusulkan sebagai calon komut oleh 37 anggota bursa dengan nilai perdagangan dan frekuensi sebesar 54,33% dan 42,44% dari total transaksi di bursa.

Lawan Tjager adalah Aris Ilyas, terjegal sebelum sempat ikut fit and proper test.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal