Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Danareksa terbitkan ETF pada November

JAKARTA: PT Danareksa Investment Management berencana mengeluarkan reksa dana yang dapat diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/ ETF) dengan target sponsor sebesar Rp100 miliar.

Indeks itu akan mengacu pada indeks LQ-45 dan diharapkan produk tersebut dapat dicatatkan di bursa efek Indonesia pada pekan pertama November.

"Pertimbangan kami mengeluarkan produk ini adalah kebingungan investor di tengah kondisi ekonomi dan investasi yang sedang lesu untuk mendiversifikasikan investasi di bursa efek," ujar Presiden Direktur Danareksa Investment Priyo Santoso kepada Bisnis kemarin.

Dia menilai selama ini produk ETF yang sudah ada masih jauh dari harapan karena tingkat transaksinya sangat sedikit dan tidak mencerminkan kinerja indeks yang diwakilinya.

Priyo menjelaskan perusahaan akan menjual produk tersebut minimal 1 juta unit penyertaan sesuai dengan harga indeks LQ-45 pada penjualan perdana, sedangkan pada pasar sekunder masih bergantung pada penjual partisipan (participant dealer) yang membantu mereka, dalam hal ini PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.

Kedua sekuritas itu, lanjutnya, akan berperan penting dalam transaksi ETF ke depannya karena tidak hanya menjadi broker, tetapi juga harus menjaring investor baru dan menjaga besaran transaksi sehingga produk itu tidak terlalu banyak melakukan tracking error dari indeksnya dengan batas beta 1.

Tracking error adalah penyimpangan jalur dari pergerakan indeks acuan, dalam hal ini indeks LQ-45, sedangkan beta merupakan tingkat agresivitas jauhnya tracking error ETF dari indeksnya. Beta 1 berarti memiliki besaran yang sama dengan indeks serta standar deviasi di bawah 0,2%, sedangkan beta 2 berarti tracking error-nya harus dua kali dari pergerakan indeks.

Pernyataan efektif


Dia menjelaskan bulan depan perusahaan akan mulai menjaring minat dari investor sambil menunggu pernyataan efektif dari Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Priyo menjelaskan pihaknya masih harus menyerahkan dokumentasi akhir kepada pihak Bapepam-LK sehingga diharapkan otoritas pasar modal dapat memberikan pernyataan efektif sebelum November.

Saat ini terdapat dua produk ETF, yaitu Premier ETF LQ-45 dari PT Indo Premier Securities dengan dana kelolaan sebesar Rp74,58 miliar dan reksa dana ABF Indonesia Bond Index Fund dari PT Bahana TCW Investment Management dengan dana kelolaan sebesar Rp626,21 miliar. (21)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Qtel tender offer Indosat pekan ketiga Januari
  • REKOMENDASI
  • Akuisisi Bumi tergolong material
    Pemilik Fajar Sakti dan Pendopo adalah Grup Bakrie
  • PORTOFOLIO
    Depresiasi yen dongkrak karet