Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Indosat genjot belanja modal jadi US$1,4 miliar

JAKARTA: PT Indosat Tbk menggenjot target belanja modal tahun ini menjadi US$1,4 miliar atau setara dengan Rp12,91 triliun dari sebelumnya US$1,2 miliar (Rp11,07 triliun), karena rekor pertambahan jumlah pelanggan baru.

Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam mengatakan jumlah pelanggan baru perseroan bertambah 8 juta atau tumbuh 62% menjadi 32,4 juta pada 30 Juni 2008.

Dengan pertumbuhan pelanggan yang pesat pada periode Januari-Juni, perseroan pun merevisi target pertambahan pelanggan baru menjadi 12 juta pada tahun ini. Target itu dua kali revisi dari sebelumnya delapan juta dan enam juta.

"Pertambahan pelanggan memberi keyakinan kami untuk meningkatkan target belanja modal menjadi US$1,4 miliar pada tahun ini," tuturnya kemarin.

Sebelumnya operator telekomunikasi terbesar kedua nasional itu menganggarkan belanja modal sebesar US$1,2 miliar atau setara dengan Rp11,07 triliun pada tahun ini. Nilai belanja itu menggunakan asumsi nilai tukar yang digunakan perseroan Rp9.225.

Menurut dia, belanja modal paling banyak dialokasikan untuk penambahan kapasitas dan pembangunan base transceiver station (BTS). Pada paruh pertama tahun ini, operator seluler terbesar kedua di Indonesia membangun sebanyak 1.304 BTS baru sehingga total BTS Indosat berjumlah 12.064 unit, yang tersebar di 428 kabupaten di seluruh Tanah Air. Indosat menargetkan dapat membangun sebanyak 3.000 BTS pada tahun ini.

Peningkatan jumlah pelanggan baru itu mendorong perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25% pada semester I/2008 menjadi Rp1,05 triliun atau Rp155,5 per saham dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp845,1 miliar atau Rp194,3 per saham.

Pada saat yang sama, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha 14,9% dari Rp7,69 triliun menjadi Rp8,83 triliun. Kontribusi pendapatan usaha dari layanan seluler, data tetap (multimedia, komunikasi data, dan Internet), serta telepon tetap 75%, 15%, dan 10%.

Pendapatan seluler Indosat tumbuh 12% dari Rp5,90 triliun menjadi Rp6,61 triliun berkat adanya pertambahan pelanggan baru sebanyak delapan juta atau tumbuh 62% menjadi 32,4 juta.

Penawaran tender


Terkait penawaran tender saham Indosat oleh Qatar Telecom Q.S.C (Qtel), Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Erman Rajagukguk mengatakan tidak ada alasan yang mengharuskan Qtel berpegang pada daftar negatif investasi (DNI).

"Qtel bisa meningkatkan kepemilikan sahamnya di perusahaan telekomunikasi itu sampai di atas yang ditentukan oleh DNI," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, kemarin.

Dia mengatakan hal itu menanggapi pro kontra pembatasan jumlah saham yang bisa dimiliki Qtel pada penawaran tender saham Indosat.

Menurut Erman, sesuai dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, penjelasan pasal 2 menyebutkan DNI hanya berlaku bagi investasi langsung bukan untuk perusahaan terbuka yang merupakan portofolio investasi. (Wisnu Wijaya) (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal
  • Wika ajukan buyback lagi