Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Samudera raih kredit Rp500 miliar

JAKARTA: PT Samudera Indonesia Tbk mengantongi pinjaman Rp500 miliar dari perbankan. Dana itu digunakan untuk pembangunan pusat logistik di  Jakarta, Makassar, Semarang, dan Surabaya.

Presiden Direktur Samudera Indonesia Randy Effendi mengatakan pihaknya segera merealisasikan pembangunan pusat logistik tersebut.

"Pertumbuhan sektor logistik sangat strategis sehingga kami segera merealisasikan pembangunan pusat logistik. Dananya baru saja kami peroleh, tapi saya kurang ingat dari bank mana saja," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Pembangunan pusat logistik tersebut merupakan tindak lanjut dari keseriusan perseroan menggarap lini bisnis baru.

Samudera telah membangun terminal peti kemas di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur senilai Rp550 miliar melalui PT Pelabuhan Samudera Palaran.

Samudera Palaran yang akan membangun terminal itu merupakan perusahaan patungan yang dibentuk bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dengan komposisi kepemilikan 75% Samudera dan 25% Pelindo II.

Mengenai rencana ekspansi ke depan, perseroan masih memfinalisasi pendanaan senilai Rp7 triliun untuk membiayai rencana strategis hingga 2011.

Perseroan, lanjutnya, masih memfinalisasi lima bank investasi yang bersaing dalam pembiayaan itu. Pendanaan itu a.l. akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan pelayaran asing.

"Saya juga belum bisa menyebutkan nama lima bank investasi itu, tetapi yang jelas ada lima bank, yaitu bank investasi asal Prancis, Singapura, Belanda dan sebuah bank BUMN."

Emiten itu akhirnya memilih pinjaman dana dari perbankan guna membiayai rencana strategis perseroan hingga 2011 itu.

Randy mengatakan penggunaan dana itu antara lain akan dialokasikan untuk membiayai kebutuhan pembelian 10 kapal senilai US$216 juta atau setara dengan Rp1,98 triliun.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Qtel tender offer Indosat pekan ketiga Januari
  • REKOMENDASI
  • Akuisisi Bumi tergolong material
    Pemilik Fajar Sakti dan Pendopo adalah Grup Bakrie
  • PORTOFOLIO
    Depresiasi yen dongkrak karet