Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 30/08/2008

Indosat siap tambah belanja modal US$550 juta

JAKARTA: PT Indosat Tbk akan mengalokasikan dana pembelian kembali (buy back) obligasi senilai US$550 juta untuk belanja modal tahun depan, jika pemegang obligasi tidak bersedia melepas surat utang itu kepada perseroan.

Direktur Utama Indosat Johny Swandi Sjam mengatakan perseroan tidak bisa memaksa pemegang saham untuk melepas surat utang itu kepada Indosat, meski perseroan berniat melakukan buy back.

"Kalau buy back tidak berhasil, maka kami akan menggunakannya untuk kebutuhan pengembangan perseroan. Dana itu akan kami alokasikan untuk persediaan capex [capital expenditure/ belanja modal] tahun depan. Tahun ini kami sudah mengalokasikan dana sendiri," katanya kemarin.

Menurut Johny, capex tahun depan akan lebih difokuskan untuk memperluas area jangkauan Indosat. Namun, sejauh ini perseroan belum memiliki proyeksi nilai untuk belanja modal tahun depan.

Indosat menawarkan untuk membeli kembali obligasi berdenominasi dolar AS bernilai total US$550 juta pada harga 101% menyusul adanya perubahan pemegang saham pengendali perusahaan.

Dalam aksi korporasi itu, Indosat bersama dengan Indosat Finance Company B.V. dan Indosat International Finance Company B.V. menawarkan untuk membeli kembali obligasinya yang jatuh tempo pada 2010 dan 2012.

Obligasi dolar AS yang jatuh tempo pada 2010 bernilai US$300 juta dan bertingkat bunga 7,75%, sedangkan obligasi yang jatuh tempo pada 2012 bernilai US$250 juta menawarkan kupon 7,125%.

Untuk program penawaran pembelian obligasi ini, Indosat menunjuk Goldman Sachs sebagai broker pelaksana, dan HSBC sebagai penasihat keuangan dalam program penawaran pembelian obligasi ini.

Perubahan pengendali di Indosat terjadi menyusul akuisisi secara tidak langsung oleh Qatar Telecom Q.S.C. terhadap sebanyak 2,22 miliar saham seri B yang mewakili 40,81% saham Indosat, pada 7 Juni.

Pada tahun ini Indosat menggenjot target belanja modal tahun ini menjadi US$1,4 miliar atau setara dengan Rp12,91 triliun dari sebelumnya US$1,2 miliar (Rp11,07 triliun), karena rekor pertambahan jumlah pelanggan baru.

Johnny mengatakan jumlah pelanggan baru perseroan bertambah 8 juta atau tumbuh 62% menjadi 32,4 juta pada 30 Juni 2008.

Dengan pertumbuhan pelanggan yang pesat pada periode Januari-Juni, perseroan merevisi target pertambahan pelanggan baru menjadi 12 juta pada tahun ini.

Harga saham Indosat kemarin ditutup naik 2,5% pada level Rp6.160 per saham dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, Rp6.000 per saham.  (bambang. jatmiko@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal