Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 30/08/2008

Medco raih kontrak US$12 miliar

JAKARTA: PT Medco Energi Internasional Tbk, melalui anak usahanya PT Medco E&P Tomori Sulawesi (Medco Tomori), mengantongi kontrak jual beli gas dari lapangan Senoro senilai US$12 miliar.

Kontrak tersebut ditandatangani oleh Medco Tomori bersama dengan mitra kerjanya di joint operating body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi dan PT PHE Tomori Sulawesi (Pertamina Tomori) selaku penjual dengan PT Donggi Senoro LNG selaku pembeli. Pertamina Tomori merupakan operator dari blok Senoro-Toili di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dengan kontrak perjanjian itu JOB Tomori akan memasok gas sebesar 250 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/ MMscfd) untuk jangka waktu 15 tahun mulai semester II/2012 ke kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang akan dibangun oleh Donggi Senoro. Setiap tahun JOB akan mengirim sebanyak 30 kargo LNG.

"Sesuai kesepakatan, harga gas akan dikaitkan dengan harga minyak sesuai Japan Crude Cocktail. Nilai pasokan gas ini diharapkan akan mencapai lebih dari US$12 miliar," kata Corporate Secretary Medco Cisca Alimin, kemarin.

Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa sejauh 30 km yang dibangun oleh JOB Tomori dari lapangan Senoro menuju kilang LNG. Kilang LNG ini mempunyai kapasitas produksi 2 juta ton per tahun.

Cisca menambahkan selain mendapatkan pasokan gas dari lapangan Senoro, kilang ini juga akan mendapatkan pasokan gas dari Blok Matindok yang dioperasikan oleh Pertamina.

Direktur Operasi Medco Lukman Mahfoedz mengatakan nilai penjualan tersebut harus dikurangi biaya produksi dan pajak terlebih dahulu sebelum akhirnya dibagi kepada pihak yang terlibat pada JOB.

"Jadi harus dihitung dulu. Namun, yang terpenting bagi kami adalah final investment decision [keputusan akhir investasi] diharapkan berlangsung pada Oktober tahun ini," jelasnya.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    IHSG mengekor bursa regional
  • Global Mediacom masuki bisnis sewa satelit
  • REKOMENDASI
  • 3 Broker berlomba jadi anggota bursa
  • PLN pangkas obligasi jadi Rp1,5 triliun
  • Bakrie Telecom jual menara
  • Elnusa raih kontrak US$404,5 juta
  • Medco revisi target investasi US$3 miliar
  • PREDIKSI
    Pemodal tunggu berita positif di bursa