Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 05/09/2008
PREDIKSI
Hindari tekanan, pemodal pilih saham lapis kedua
JAKARTA: Minimnya angin segar di bursa membuat pelaku pasar mulai memerhatikan potensi saham-saham lapis kedua yang masih menyimpan potensi kenaikan di tengah fundamental kuat.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menyamping dengan potensi penguatan yang sangat kecil.
Analis PT Finansial Bisnis Informasi Reza Priyambada mengatakan bursa kemarin mendapatkan tambahan sentimen negatif berupa kenaikan BI Rate ke level 9,25%, yang akan menekan kinerja saham perbankan.
"Di tengah tren koreksi saham pertambangan, saham perbankan dan properti yang diharapkan menjadi penyangga lapis kedua justru terkena tambahan sentimen negatif dari BI Rate," tuturnya kemarin.
Pelaku pasar, lanjutnya, merespons negatif kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan BI Rate meski inflasi Agustus tercatat lebih rendah dari infasi Juli. Saham properti pada akhirnya terkena kenaikan BI Rate tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan inflasi bulanan Agustus sebesar 0,51%, lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Juli sebesar 1,37%. Inflasi tahunan tercatat 11,85%, atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Juli sebesar 11,9%.
Dia memperkirakan pada akhir pekan ini pasar masih akan terkena tekanan koreksi, yang memaksa investor bergerak selektif memilih saham-saham yang masih murah, terutama di lapis kedua.
Menurut dia, indeks akan bergerak dengan rentang sempit antara support 2.065 dan resistance 2.090. "Volatilitas masih sangat tinggi, sehingga bisa muncul kejutan dalam sesi kedua perdagangan."
Pada penutupan perdagangan Kamis, indeks turun 40,77 poin (1,93%) menjadi 2.075,234. Koreksi itu mengikuti tren bursa kawasan seperti Hang Seng turun 0,95%, Nikkei turun 1,04%, dan STI Singapura turun 2,63%.
Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO