Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 06/09/2008

Kapitalisasi pasar Indah Kiat tergerus Rp5,63 triliun

JAKARTA: Kapitalisasi pasar PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk tergerus hingga Rp5,63 triliun dalam sepekan terakhir menyusul penurunan harga saham produsen kertas itu akumulatif sebesar Rp1.030.

Harga saham berkode INKP itu anjlok 24,14% atau Rp420 ke level Rp1.320 kemarin, menjadikannya berkapitalisasi pasar senilai Rp7,22 triliun. Pada posisi penutupan Jumat pekan lalu harga saham Indah Kiat masih di level Rp2.350 dengan kapitalisasi pasar Rp12,85 triliun. Itu berarti kapitalisasi pasarnya telah tergerus Rp5,63 triliun setelah harga saham merosot 43,83% dalam sepekan terakhir.

Harga saham pada penutupan kemarin nyaris menyamai posisi penutupan per 9 Mei 2008 di level Rp1.330. Level tersebut adalah ketika harga saham INKP itu mulai menanjak hingga menembus level tertingginya tahun ini Rp3.175.

"Saya juga bingung kenapa harga saham turun banyak hari ini," ujar Komisaris Indah Kiat Gandi Sulistiyanto ketika ditanya mengenai penurunan tajam harga saham INKP, kemarin.

Menurutnya, perseroan tidak mempunyai rencana ek-spansi khusus tahun ini. Perseroan juga membantah kabar tentang adanya perusahaan lain yang ingin mengakuisisi Indah Kiat. "Sampai saat ini belum ada apa-apa. Kami juga tidak punya rencana rights issue."

Gandi menambahkan setelah perseroan gagal untuk menghimpun pemegang obligasi guna meminta persetujuan mengamendemen perjanjian restrukturisasi utang (master restructuring agreement/MRA) milik induk usahanya Asia Pulp & Paper, perseroan akan merogoh kocek internal untuk keperluan operasionalnya.

 Amendemen itu sejatinya diperlukan untuk membebaskan sejumlah aset termasuk milik Indah Kiat dan Pindo Deli yang dijadikan jaminan utang senilai US$3,2 miliar atau setara dengan Rp29,28 triliun, jika asumsi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah Rp9.150.

Berdasarkan data Bloomberg, UOB Kay Hian Securities tercatat sebagai broker yang paling banyak melepas saham Indah Kiat pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia kemarin. Broker asing itu menjual bersih sebanyak 45,40 juta bernilai Rp68,70 miliar.

Di belakangnya, Waterfront Securities menjual bersih sebanyak 3,68 juta saham Indah Kiat senilai Rp5.63 miliar, lalu Sinarmas Sekuritas yang notabene satu grup dengan Indah Kiat juga menjual 3,28 juta saham senilai Rp4,91 miliar.

Sebaliknya, Danareksa Sekuritas malah mengumpulkan saham Indah Kiat bernilai Rp15,56 miliar atau sebanyak 10,35 juta. Berikutnya, DBS Vickers Securities memborong sebanyak 6,14 juta senilai Rp9,30 miliar dan Panin Sekuritas membeli sebanyak 5,73 juta saham senilai Rp8,27 miliar.

Macquarie Securities berada di urutan keempat dengan pembelian sebanyak 3,53 juta bernilai Rp5,42 miliar.

Saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, yang satu grup dengan Indah Kiat, juga diterpa sentimen negatif. Harga saham berkode TKIM ini anjlok 19,08% atau Rp330 menjadi Rp1.400, menjadikannya berkapitalisasi pasar Rp1,87 triliun.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Qtel tender offer Indosat pekan ketiga Januari
  • Keputusan Venezuela hangatkan minyak
  • REKOMENDASI
  • Akuisisi Bumi tergolong material
    Pemilik Fajar Sakti dan Pendopo adalah Grup Bakrie