Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
Texmaco dicoret dari bursa bulan depan
JAKARTA: Bursa Efek Indo-nesia (BEI) akan mencoret sa-ham PT Texmaco Jaya Tbk dari daftar emiten efektif mu-lai 10 Oktober dengan sebelumnya membuka perdagangan saham itu di pasar negosiasi.
Pjs. Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil BEI I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Perdagangan Saham Supandi mengatakan setelah mempertimbangkan kondisi usaha Texmaco, bursa memutuskan untuk menghapus saham (delisting) berkode perdagangan TEJA itu.
Delisting berlaku efektif mulai 10 Oktober. Untuk memberi kesempatan kepada pemegang saham melepas kepemilikannya, bursa pun mengizinkan saham Texmaco diperdagangkan kembali.
"Bursa mencabut penghen-tian sementara perdagangan efek Texmaco hanya di pasar negosiasi selama 20 hari bursa terhitung sejak awal sesi I perdagangan efek Senin, 8 September 2008 sampai dengan Kamis, 9 Oktober 2008," kata dua pejabat bursa itu dalam keterbukaan informasinya, kemarin.
Penghapusan saham Texmaco mengacu pada peraturan bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.
"Sehubungan dengan hal itu, serta mempertimbangkan going concern perseroan, maka bursa memutuskan penghapusan pencatatan efek Texmaco Jaya dari BEI efektif sejak 10 Oktober 2008."
Sampai hari ini, BEI telah mencoret tiga emiten yakni PT Suba Indah Tbk yang dihapus pencatatannya pada 15 Januari, PT Surya Dumai Industri Tbk pada 5 Februari, dan PT Bahtera Adimina Samudera Tbk pada 25 Agustus. Adapun jumlah perusahaan tercatat di BEI saat ini sebanyak 383 emiten.
Untuk per 31 Juli 2008, PT Polysindo Eka Perkasa Tbk menguasai 92% saham Texmaco dengan 8% sisanya dipegang oleh publik.
Menampung saham
Dengan semakin banyaknya emiten yang dicoret, Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (Missi) N.D. Moerdani berharap ada lembaga yang bersedia menampung saham emiten yang bermasalah.
"Pembukaan pasar negosiasi tidak ada gunanya kalau tidak ada pembeli, yang berarti tidak akan terjadi transaksi. Lembaga yang saya maksud dapat menghimpun dana dari kalangan pasar modal untuk kemudian mempunyai posisi tawar yang bagus kepada pemegang saham utama calon emiten yang akan delisting untuk membeli kembali sahamnya dari pemegang saham tersisa," paparnya.
Pada 4 Agustus, Direktur Utama Texmaco Vasudevan Ravi Shankar melaporkan laporan keuangan tengah tahunan tidak diaudit. Hingga 30 Juni 2008, perseroan membukukan rugi bersih Rp7,13 miliar dari sebelumnya rugi Rp28,28 miliar.
"Perusahaan mampu meningkatkan penjualan 78,40% menjadi Rp72,86 miliar dari tahun sebelumnya, tapi belum mampu menutup rugi kotor karena beban penyusutan mencapai Rp19,5 miliar," katanya.
Sampai saat ini, Vasudevan masih mengomandoi Texmaco didampingi oleh Direktur Eduard Paul Tumbuan. Komisaris Utama dijabat oleh Slamet Nugroho, dengan Arumugam dan Ibrahim Zarkasi duduk sebagai anggota komisaris.
Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- REKOMENDASI
Panin Sekuritas: - REKOMENDASI
Optima Securities: - REKOMENDASI
Millenium Danatama: - REKOMENDASI
Indosurya Securities: - Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini