Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 06/09/2008

Sierad Produce segera integrasi bisnis hulu-hilir

JAKARTA: Perusahaan pakan ternak PT Sierad Produce Tbk berencana mengintegra-sikan kegiatan bisnis dari hulu ke hilir dalam rangka menggenjot pertumbuhan kinerja menjadi lebih besar.

Sekretaris Perusahaan Sierad Elies Lestari Setiawan mengatakan kinerja perseroan pada sepanjang tahun ini tumbuh di luar ekspektasi. Ini membuktikan perseroan dapat mencatatkan pertumbuhan yang lebih besar jika mengintegrasikan bisnisnya dari hulu ke hilir.

Namun, sayangnya dia belum bersedia memaparkan soal rencana tersebut. "Tunggu saatnya nanti akan saya je-laskan. Kondisi pasar sedang buruk sehingga tidak akan banyak berarti kalau saya ceritakan sekarang. Tapi meskipun rencana itu mungkin baru bisa dimulai tahun depan, paling lambat akhir tahun kami akan sounding," tuturnya saat berbuka puasa bersama wartawan pasar modal, pada Kamis pekan ini.

Meskipun Elies menolak memerinci, dia mengatakan salah satu bagian dari rencana yang tengah dikerjakan saat ini adalah mengembangkan budi daya jagung.

Untuk itu, perseroan telah membentuk anak usaha baru PT Transpasifik Niagareksa dengan kepemilikan 99,99% pada Juni. Unit usaha baru ini bergerak dalam bidang pembibitan, budi daya, dan perdagangan jagung.

Elies mengatakan untuk tahap awal perseroan menyuntikkan dana Rp100 miliar sebagai modal awal sekaligus modal kerja. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Transpasifik Albert Sitorus mengatakan  perseroan mulai menanam jagung di dua tempat yakni Wajo, Sulawesi Selatan dan Lampung Timur pada Oktober.

Perusahaan yang bekerja sama dengan balai penelitian bibit ini berharap dapat memanen 6.000 ton dari kegiatan tanam pertama dan target selanjutnya 120.000 ton per tahun. "Kami berharap dapat swasembada. Pasalnya, kebutuhan jagung dalam komposisi pakan ternak mencapai separuh," kata Albert.

Sierad, kata Elies, juga akan fokus pada pembangunan 40 kandang ayam induk ras pedaging dan petelur serta pembangunan satu rumah penetasan (hatchery).

Pembangunan kandang ayam akan dilakukan bertahap setelah perseroan mendapatkan pinjaman bank, yang porsinya 65%-70% dari total anggaran ekspansi Rp310 miliar. Bujet yang mencakup pembangunan infrastruktur seperti jalan dan listrik itu di luar alokasi untuk budi daya jagung. Sampai saat ini, perseroan telah membeli sebagian kebutuhan lahan di Grabak, Magelang, Jawa Tengah.

Dengan penambahan kandang tersebut, perseroan mengharapkan dapat menambah produksi anak ayam pedaging sebanyak 430.000 ekor dan 120.000 anak ayam petelur per minggu, menjadi total 2,15 juta anak ayam per minggu. Sebagai catatan, Sierad juga memproduksi 35.000 ton pakan ternak per tahun.

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PORTOFOLIO
    Multipolar berpotensi merugi
  • PORTOFOLIO
    Peringkat Infoasia turun
  • PORTOFOLIO
    Indo Kordsa cari pinjaman
  • PORTOFOLIO
    Katarina Utama siap IPO
  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal
  • Wika ajukan buyback lagi