Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Harga murah, Bumi buyback saham

JAKARTA: PT Bumi Resources Tbk memulai program pembelian kembali sahamnya (buyback) dalam tiga hari terakhir pekan lalu karena harganya menyentuh level terendah pada sepanjang tahun ini.

Hal itu diakui oleh Direktur Utama PT Danatama Makmur Houston Yusuf. "Kami telah buyback sejak Rabu. Dalam tiga hari itu [Rabu-Jumat] kami membelanjakan dana senilai Rp236 miliar," jelasnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.

Danatama adalah broker pelaksana yang ditunjuk Bumi dalam program pembelian kembali sahamnya. Rencana buyback ini telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 12 Juni. Buyback akan berlangsung selama satu tahun sejak disetujui oleh RUPS.

Dengan asumsi buyback dilakukan pada harga rata-rata saham Bumi per penutupan Rabu-Jumat yakni Rp4.625, Danatama diperkirakan membeli sebanyak 51 juta saham pertambangan batu bara milik Grup Bakrie itu.

Harga saham berkode BUMI ini masih terus tergerus. Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat pekan lalu, harga saham BUMI turun lagi Rp175 atau 3,78% ke level Rp4.450, atau posisi terendahnya sejak awal tahun ini. Posisi ini hampir menyamai posisi per penutupan 11 Oktober 2007 di level Rp4.425.

Saham Bumi jatuh lebih dalam dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia yang terkoreksi 2,54% ke level 2.022.

Harga saham BUMI telah merosot 47,95% dari level tertingginya tahun ini Rp8.550 pada 12 Juni. Penurunan harga saham itu menyebabkan kapitalisasi pasar perseroan tergerus menjadi Rp86,35 triliun dibandingkan dengan sebelumnya sempat menyentuh Rp165,87 triliun.

Ketika dikonfirmasi, Senior Vice President Investor Relations Bumi Dileep Srivastava mengatakan belum mendapatkan informasi mengenai buyback. "Namun, jika pun dilakukan hal ini sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham tiga bulan yang lalu," tuturnya, pada Rabu.

Berdasarkan data Bloomberg, dalam tiga hari terakhir Danatama secara akumulasi menjadi pemborong bersih (net buyer) sebanyak 95,09 juta saham BUMI bernilai Rp447,58 miliar.

CLSA berada di urutan kedua setelah membeli sebanyak 62,50 juta saham BUMI bernilai Rp274,86 miliar, sedangkan Lautandhana Securities memborong 22,31 juta saham bernilai Rp103,99 miliar.

Lepas saham


Sebaliknya, UBS Warburg justru melepas sebanyak 80,9 juta saham BUMI bernilai Rp377,63 miliar, Kim Eng Securities menjual 40,56 juta saham senilai Rp188,87 miliar dan BNP Paribas sebanyak 64,39 juta saham bernilai Rp298,73 miliar.

Menurut Houston maupun Dileep, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukan buyback karena harga saham tergolong murah dari harga patokan pembelian kembali yang disetujui sebesar Rp11.600.

Bumi menganggarkan dana pembelian kembali senilai Rp6,75 triliun untuk membeli sebanyak 582,12 juta saham di pasar atau 3% dari total modal yang disetor dan ditempatkan perseroan sebanyak 19,40 miliar saham.

Pembelian kembali saham dilakukan dengan memenuhi Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. XI.B.2 dan ketentuan UU No.40 tentang Perseroan Terbatas pasal 37, 38, dan pasal 39.

Analis Macquarie Group Ltd Adam Worthington dan Albert Saputro menilai penyetopan kegiatan penambangan mengganggu pasokan batu bara perseroan. "Kami melihat potensi penurunan terhadap produksi batu bara Bumi, dengan perhitungan kasar 1 juta-2 juta ton akibat gangguan pasokan ini," katanya dalam laporan riset terbarunya yang terbit pekan lalu. (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    IHSG mengekor bursa regional
  • Global Mediacom masuki bisnis sewa satelit
  • REKOMENDASI
  • 3 Broker berlomba jadi anggota bursa
  • PLN pangkas obligasi jadi Rp1,5 triliun
  • Bakrie Telecom jual menara
  • Elnusa raih kontrak US$404,5 juta
  • Medco revisi target investasi US$3 miliar
  • PREDIKSI
    Pemodal tunggu berita positif di bursa