Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 08/09/2008

Infoasia tak siapkan dana cadangan

JAKARTA: PT Infoasia Teknologi Global Tbk tetap meminta persetujuan pemegang obligasi agar perseroan tidak menyiapkan dana penyisihan cadangan seiring dengan penurunan peringkat obligasi.

Kebijakan itu dilakukan karena besarnya beban yang harus ditanggung perusahaan dan tidak produktifnya penyisihan dana.

Rencananya, perseroan akan menyampaikan perihal tersebut dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) yang dijadwalkan Jumat pekan ini.

Direktur Keuangan Infoasia Priska Emerantina Erjani mengatakan perusahaan masih berusaha untuk menambah klausul itu dalam persetujuan perwaliamanatan.

"Kami selaku emiten berharap klausul tentang tidak perlunya penambahan dana cadangan setiap peringkat obligasi kami menurun," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, akhir pekan lalu.

Agenda RUPO itu masih sama dengan agenda RUPO terdahulu yang diadakan pada 18 Juli karena pada rapat terdahulu pemegang obligasi belum menemukan kesepakatan.

Dia menilai dana yang harus dicadangkan oleh perusahaan sebesar 5% tidak akan produktif sehingga perusahaan berniat untuk menambah klausul perjanjian perwaliamanatan dengan persetujuan dari pemegang obligasi.

Sebelumnya perusahaan sempat meminta keringanan untuk tidak menyiapkan dana penyisihan cadangan seiring dengan penurunan peringkat obligasi I/2004 perseroan, tetapi permintaan kepada wali amanat itu tidak dituruti karena Infoasia tetap berkewajiban menyisihkan dana cadangan.

"Sebelum ada perubahan terhadap perjanjian perwaliamanatan, kewajiban ini tetap berlaku terhadap perseroan," ujar Kepala Divisi Capital Market Service Bank Mega Sarmiati A.S pada Juli.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan efek baik saham maupun obligasi emiten karena Infoasia terlambat membayar bunga obligasi ke-14 seri B dan C yang dijadwalkan akan dibayar pada 23 Juli. (21)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal